Minggu, 16 September 2012

KESAKSIAN DUA TETES AIR MATA




Alkisah Ahmad bin Miskin hidup dengan istri dan anaknya yang masih kecil. Kesusahan menderanya terus-menerus. Tak ada pekerjaan yang dilakukannya. Suatu malam, setelah seharian tak secuil makanan masuk kedalam perutnya, hatinya gelisah dan tak dapat tidur. Hatinya perih seperti perutnya yang keroncongan. Seperti prajurit yang kalah perang, ia lesu, lemah-lunglai, dan tak ada harapan. Anaknya menangis seharian, karena tak ada air susu dari istrinya yang lapar. Sungguh kefakiran ini membuatnya sangat menderita. Timbul pemikiran darinya untuk menjual rumah yang ditempatinya.

Esok harinya, usai shalat shubuh berjamaah dan berdoa, ia menemui sahabatnya Abdullah as-sayyad. “Wahai Abdullah! Bisakah kau pinjamkan aku beberapa dirham untuk keperluan hari ini. Aku bermaskud menjual rumahku. Nanti setelah laku akan kuganti,” kata Ahmad.

“Wahai Ahmad. . . ambillah bungkusan ini untuk keluargamu dan pulanglah! Nanti aku akan menyusul kerumahmu membawakan semua kebutuhanmu itu,” jawab Abdullah cepat. Maka Ahmad pun pulang kerumah sambil terus merenung untuk menjual rumahnya. Sungguh sakit kalau harus menjual rumah satu-satunya, sekadar untuk makan. “Setelah itu, saya akan tinggal dimana,” renung Ahmad.

Ahmad segera memantapkan langkahnya. Kini ia membawa bungkusan makanan untuk keluarganya. Tentu istrinya akan gembira dan anaknya akan tertawa lucu setelah memperoleh air susu. “ Terasa nikmat roti yang dibungkus ini tentunya. Sahabat Abdullah memang sangat dermawan, sahabat sejatiku,” desah Ahmad.

Belum sampai setengah perjalanan, tiba-tiba seorang wanita dengan bayi dalam gendongan menatap iba. “Tuan, berilah kami makanan. Sudah beberapa hari ini kami belum makan. Anak ini anak yatim yang kelaparan, tolonglah. Semoga Allah swt. Merahmati tuan,” ratap ibu itu.

Iba rasa hati Ahmad. Ditatapnya bayi yang digendong wanita itu. Tampak wajah yang layu, pucat kelaparan. Wajah yang mengharap belas kasihan. Sungguh melas, tak sanggup Ahmad memandangnya lama-lama. Dibandingkan keluargaku, mungkin ibu dan anak ini lebih membutuhkan. “Biarlah aku akan mencari makanan lain untuk keluargaku,” Ahmad membatin. “Ini ambillah bu. . . aku tak punya yang lain, semoga dapat meringankan bebanmu. Kalau saja aku punya yang lain mungkin aku akan membantumu lebih banyak,” kata Ahmad sambil menyerahkan bungkusan yang sama sekali belum disentuhnya.

Dua tetes air mata jatuh dari mata sang ibu, “Terima kasih. . .terima kasih tuan. Sungguh tuan telah menolong kami dan semoga Allah membalas budi baik tuan dengan balasan yang besar,” si ibu berterima kasih dan menunduk hormat. Maka Ahmad pun meneruskan perjalanan.

Ia beristirahat bersandar di batang pohon sambil merenungi nasibnya. Namun, ia kembali ingat bahwa sahabatnya Abdullah telah berjanji akan datang membawakan keperluannya. Dan Abdullah tak pernah ingkar janji sekalipun. Maka bergegas ia pulang dengan perasaan harap-harap cemas. Di tengah jalan dia berpapasan dengan sahabat baiknya Abdullah.

“Wahai Ahmad kemana saja engkau,” tegur Abdullah tersengal-sengal. “Aku mencarimu kesan-kemari. Aku datang kerumahmu membawakan keperluanmu yang aku janjikan. Namun, ditengah perjalanan aku bertemu dengan saudagar dengan beberapa onta bermuatan penuh. Dia ingin bertemu ayahmu. Dia bilang ayahmu pernah memberi pinjaman 30 tahun yang lalu. Setelah jatuh bangun berdagang, sekarang ia telah menjadi saudagar besar di Bashrah. Kini ia akan mengembalikan uang pinjamannya, keuntungan serta hadiah-hadiah,” jelas Abdullah. “Sekarang segera pulanglah Ahmad! Harta yang banyak menunggumu. Tak perlu kau jual rumah lagi,” kata Abdullah.

Kaget bukan kepalang Ahmad mendengar perkataan sahabatnya Abdullah. Sungguh ia tak percaya dengan perkataannya itu.

“Benarkah Abdulah, benarkah?” tanya Ahmad ragu-ragu. Maka, ia berlari seperti terbang, pulang kerumahnya. Sejak itulah Ahmad menjadi orang kaya raya di kotanya.

Ahmad gemar berbuat kebajikan, apalagi kepada sahabatnya Abdullah. Pada suatu malam ia bermimpi. Sepertinya saat itu amalannya dihisab oleh para malaikat. Maka pertama-tama, dosa dan kesalahannya ditimbang. Wajahnya pucat. Berapa berat dosa yang dimilikinya. “Apakah amal kebaikan yang dilakukan dapat melebihi dosa-dosa itu?” Ahmad membatin.

Perlahan-lahan amal kebaikannya ditimbang. Pahala berderma dengan lima ribu dirham hanya ringan-ringan saja. Kata malaikat karena harus dipotong oleh kesombongan dan riya. Demikian seterusnya. Ternyata seluruh amalannya tetap tak bisa mengimbangi beratnya dosa yang ia lakukan. Ahmad menangis.

Para malaikat bertanya, “Masih adakah amal yang belum ditimbang?” “Masih ada,” kata malaikat yang lain. “Masih ada, yakni dua amalan baik lagi.”

Ternyata salah satunya adalah roti yang diberikannya kepada anak yatim dan ibunya. Makin pucatlah wajah Ahmad. “Mana mungkin amalan itu dapat menyeimbangkan dosa-dosanya yang berat,” keluhnya. Malaikat pun sibuk menimbang roti itu. Namun, ketika ditimbang, ternyata timbangan langsung terangkat. Betapa beratnya bobot amalan itu. Kini timbangan ahmad tetap seimbang. Wajahnya sedikti tenang. Ia gembira, sungguh diluar dugaannya.

“namun amalan apalagi yang tersisa? Karena ini masih seimbang,” katanya dalam hati.

Maka malaikat pun mendatangkan dua tetes air mata syukur dan terharu ibu anak yatim atas pertolongan Ahmad. Ahmad tak menyangka kalau tetesan air mata ibu anak yatim dinilai dengan pahala untuknya. Ia bersyukur. Para malaikat pun menimbang tetes air mata. Namun, tiba-tiba dua tetes air mata itu berubah menjadi air bah bergelombang dan meluas bak lautan. Lalu dari dalamnya muncul ikan besar. Kemudian malaikat menangkap dan menimbang ikan itu yang disetarakan dengan amalan baik Ahmad.

Ketika ikan menyentuh timbangan, meka seperti bobot yang sangat berat, timbangan pun segera condong kearah kebaikan. “Dia selamat, dia selamat,” terdengar teriakan malaikat. Gembiralah hati Ahmad.

“Sekiranya aku mementingkan diri dan keluarga sendiri, maka tak adalah berat roti dan ikan itu,” Ahmad termenung gembira. Anak yatim dan ibunya itu yang telah menyelamatkan dirinya. Pada saat itu Ahmad terbangun dari mimpi.

Saudara-saudariku, sungguh amal yang ikhlas di tengah kesempitan, bernilai tinggi di mata Allah swt.

Semoga kisah tersebut dapat membawa hikmah bagi kita semua, aamiin…


Jumat, 14 September 2012

Melindungi Diri dari Scam dan Spam di Internet

Scam dan spam saat ini banyak beredar, terutama di situs jejaring sosial. Salah-salah, akun jejaring sosial Anda atau bisa juga email Anda dihack jika Anda kurang hati-hati.

Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari ancaman spam dan scam? Terdapat beberapa cara yang direkomendasikan oleh Norton terkait perlindungan diri di internet.
  1. Jangan berbicara atau menerima undangan pertemanan dari orang yang tidak dikenal. Hal ini berlaku di semua jenis jejaring sosial, chatting ataupun forum online.
  2. Jangan memberikan data pribadi secara sembarangan di internet, terutama di jejaring sosial. Terlebih Facebook. Situs jejaring sosial yang satu ini kurang mendapat kepercayaan untuk masalah keamanan.
  3. Pastikan Anda memiliki password yang kuat. Password yang kuat bisa saja adalah kombinasi antara huruf dan angka. Dan, bagi Anda yang terbiasa menggunakan bahasa alay, tentunya hal ini bukanlah hal yang sulit. Jangan menggunakan nama Anda, nama hewan peliharaan atau password yang mudah ditebak seperti 12345 dan sebagainya.
  4. Buat grup teman, saudara atau yang lain pada jejaring sosial. Selain itu, jangan berbagi foto, video atau komentar pada sembarang orang. Jangan juga dengan mudah menerima undangan grup dari orang yang tidak dikenal.
  5. Membatasi akses ke bagian profil. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa Anda telah menghapus aplikasi yang tidak diinginkan.
  6. Pastikan browser dan sistem operasi Anda selalu up-to-date. Sedia payung sebelum hujan tentunya langkah pencegahan yang paling tepat bukan?

Kamis, 13 September 2012

Pengertian Tentang Bahasa Korea atau Hanggul


 1. Huruf Vokal dan Konsonan Hangul

Hangul adalah nama resmi Bahasa Korea yang dipakai oleh Bangsa Korea setelah diciptakan oleh Raja Agung   Sejong, Dinasti Chosun pada tahun 1443. Jumlah huruf Hangul adalah 24 yang terdiri atas 10 huruf vokal dan 14   huruf konsonan.

 1) Huruf Vokal

  - ㅏ[a]  -ㅑ[ya]  -ㅓ[eo]  -ㅕ[yeo]
  - ㅗ [o]           - ㅛ[yo]         -ㅜ[u]             - ㅠ[yu]
  - ㅡ [eu]           -ㅣ[i]
contoh :

  - 아이 [ai]  - 아우 [au]          - 야유 [yayu]         - 여유 [yeoyu]
  - 오이 [oi]          - 우유 [uyu]        - 이유 [iyu]

2) Huruf Konsonan

- ㄱ [giyeok]  - ㄴ [nieun]              - ㄷ [digeut]               - ㄹ [rieul]
- ㅁ [mieum]  - ㅂ [bieup]              - ㅅ [siot]                    - ㅇ [ieung]
-  ㅈ [jieut]   -  ㅊ [chieut]            - ㅋ [kieuk]                 - ㅌ [tieut]
-  ㅍ [pieup] - ㅎ [hieut] 

* contoh) ㄱ :


Rabu, 12 September 2012

5 Negara dengan Koneksi Internet Tercepat di Dunia


KOMPAS.com - Koneksi internet telah menjadi kebutuhan hidup yang penting, baik untuk belajar dan bekerja. Internet dianggap penting karena digunakan untuk mencari pekerjaan, memulai usaha kecil, hingga mengakses pendidikan online.

Masyarakat di Korea Selatan bisa disebut beruntung, karena pemerintahnya sangat memperhatikan infrastruktur telekomunikasi dan kecepatan akses internet.

 Sementara warga Swedia, beruntung karena biaya internet tergolong murah, hanya 13,3 dollar AS, namun aksesnya tetap cepat.

Nah, negara apa saja yang dinobatkan memiliki koneksi internet tercepat dan termurah? Berikut daftarnya.


Selasa, 11 September 2012

HURUF VOKAL & KONSONAN BAHASA KOREA


Vokal

아 —A —ㅏ

이 — I — ㅣ

우 — U — ㅜ

에 — E — ㅔ

오 — O — ㅗ

으 — Eu — ㅡ

애 — Ae — ㅐ

어 — Eo — ㅓ



Konsonan

ㄱ — G / K

ㄴ — N

ㄷ — D/T

ㄹ — R/L

ㅁ — M

ㅂ — P/B

ㅅ — S

ㅇ — Kosong / Ng

ㅈ — C/J

ㅊ — Ch

ㅋ — Kh

ㅌ — Th

ㅍ — Ph

ㅎ — H

Konsonan rangkap

ㅃ — Pp

ㅉ — Cc

ㄸ — Tt

ㄲ — Kk

ㅆ — Ss

Vokal rangkap

ㅑ — Ya — 야

ㅠ — Yu —유

ㅕ — Yeo — 여

ㅖ — Ye — 예

ㅒ — Yae — 얘

ㅛ — Yo — 요

Vokal gabungan

와 —Wa

위 — Wi

워 — Wo

웨 — (u)We

왜 — Wae

의 — Eui

외 — We(k)

Senin, 10 September 2012

Sepertiga Warga Amerika Serikat Menginginkan iPhone 5, Setengahnya Berasal dari Pengguna BB

IPhone 5 memperoleh sambutan sangat meriah di pasar Amerika Serikat. Menurut data yang dimiliki oleh lembaga penelitian pasar Toluna QuickSurveys, sebagian besar warga Amerika Serikat mengaku sangat takjub dengan iPhone 5.





Dalam survei cepat yang dilakukan terhadap 2000 warga Amerika Serikat tersebut, terungkap bahwa sekitar 33 persen mengaku akan membeli iPhone 5. Hal ini tidak terlalu mengherankan, karena dalam survei sebelumnya, banyak yang menghasilkan data yang serupa. Selain itu, sebanyak 76 persen pemilik iPhone mengaku akan mengupgrade handphone mereka.

Dari jumlah 33 persen tersebut, hampir lebih dari 50 persen di antaranya berasal dari pemilik handphone BlackBerry. Mereka mengatakan bahwa akan meninggalkan handphone BB dan beralih ke iPhone 5. Sementara itu, terdapat 32 persen pemilik Android yang berkeinginan untuk mempunyai iPhone 5.
Hal yang paling menarik perhatian para konsumen handphone di Amerika adalah tampilan dari iPhone 5. Total sebanyak 58 persen konsumen yang mengaku suka dengan tampilan iPhone 5. Selebihnya, para konsumen mengaku senang dengan daya tahan baterai dan diikuti dengan performa handphone. Selain itu, terdapat 24 persen yang kecewa karena iPhone 5 tak dilengkapi dengan wireless charging dan 24 persen lainnya kecewa karena tak ada port microUSB.


Minggu, 09 September 2012

"Surat Untuk Mama"



Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
 

All In Share :). Design By: SkinCorner