Rabu, 05 Desember 2012

Ketergantungan Nikotin, Faktor yang Mendorong Perokok Susah Tobat

Deskripsi

Ketergantungan nikotin atau ketergantungan tembakau adalah kondisi kecanduan terhadap produk-produk yang terbuat dari tembakau akibat pengaruh kandungan nikotinnya. Dengan kata lain, penderita ketergantungan nikotin tak bisa berhenti menggunakan produk berbahan nikotin meski hal itu membahayakan. Pasalnya nikotin menghasilkan efek yang membuat penderitanya merasakan memiliki mood yang menyenangkan di dalam otaknya, meski hanya sementara. Masalahnya efek ini mendorong seseorang untuk terus mengonsumsi tembakau dan mengakibatkan ketergantungan pada dirinya. Pada waktu yang bersamaan, berhenti mengonsumsi tembakau justru menyebabkan gejala penarikan seperti mudah marah dan cemas.

Penyebab

Ketergantungan nikotin tentu saja disebabkan oleh senyawa kimia bernama nikotin yang mendorong penggunanya untuk terus merokok karena sifatnya yang adiktif. Selain itu, nikotin dapat meningkatkan pelepasan senyawa kimiawi otak yang disebut neurotransmiter dan berfungsi mengatur mood serta perilaku seseorang. Salah satunya adalah dopamine yang membuat seseorang merasakan kenyamanan atau kesenangan yang juga menjadi bagian dari proses kecanduan. Ketergantungan ini juga diakibatkan oleh perilaku merokok yang telah menjadi kebiasaan seseorang. Biasanya merokok paling sering dilakukan pada saat: - Waktu-waktu tertentu seperti saat minum kopi di pagi hari atau istirahat kerja - Setelah makan - Di tempat tertentu atau dengan sekelompok teman tertentu - Berbicara di telepon - Merasa tertekan atau sedih - Mencium bau rokok terbakar - Mengendarai mobil 

Gejala

- Tak bisa berhenti merokok - Mengalami gejala penarikan ketika mencoba berhenti merokok seperti ngidam yang kuat, cemas, mudah marah, gelisah, susah konsentrasi, depresi, frustasi, sering merasa lapar, insomnia dan sembelit atau diare - Tetap merokok meski muncul gangguan jantung atau paru-paru - Enggan melakukan aktivitas sosial hanya demi merokok

Pengobatan

- Berhenti merokok - Obat-obatan anti-nikotin seperti Bupropion (Zyban, Wellbutrin), Varenicline (Chantix), Nortriptyline (Pamelor) atau Clonidine (Catapres) - Terapi pengganti nikotin seperti koyo nikotin (NicoDerm CQ, Habitrol), permen nikotin (Nicorette), nicotine lozenge (Commit, Nicorette mini lozenge), semprotan hidung nikotin (Nicotrol NS), nicotine inhaler (Nicotrol) - Konseling dan program untuk berhenti dari kecanduan merokok.

Sumber: MayoClinic 

Selasa, 04 Desember 2012

Alergi Kacang, Gatal-gatal Sehabis Makan Kacang

Deskripsi

Alergi kacang biasanya terjadi pada anak-anak namun jenis alergi inilah yang paling sering menyebabkan serangan alergi akut. Bagi sebagian orang yang mengalaminya, terpapar beberapa butir kacang saja sudah bisa menyebabkan munculnya reaksi serius.

Penyebab

Alergi kacang terjadi ketika sistem kekebalan seseorang salah mengidentifikasi kacang sebagai protein yang berbahaya. Ketika terjadi kontak langsung atau tidak langsung dengan kacang, sistem kekebalan pun melepaskan senyawa kimiawi ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi. Tapi tak diketahui mengapa sebagian orang bisa terkena alergi ini dan lainnya tidak.

Gejala

Respons alergi terhadap kacang biasanya muncul hanya beberapa menit setelah terpapar kacang. - Muncul reaksi kulit seperti gatal-gatal, kemerahan atau bengkak - Gatal atau kesemutan di sekitar mulut dan tenggorokan - Gangguan pencernaan seperti diare, kram perut, mual atau muntah - Tenggorokan mengencang - Sesak nafas atau mengi - Hidung berair 

Pengobatan

- Menghindari kacang dan makanan lain yang mengandung kacang - Antihistamin - Epinephrine autoinjector (EpiPen, Twinject) atau meminta suntikan epinephrine ke dokter.

Sumber: MayoClinic

Sindrom Munchausen, Gangguan Mental Berpura-pura Sakit untuk Menarik Perhatian

Deskripsi

Sindrom Munchausen adalah gangguan mental yang serius di mana seseorang selalu ingin diperhatikan dengan berpura-pura sakit atau sengaja melukai sendiri agar sakit. Orang dengan sindrom Munchausen dapat melakukan operasi berisiko atau bahkan melakukan tes laboratorium untuk mencoba untuk memenangkan simpati dan keprihatinan orang lain.

Penyebab

Penyebab sindrom Munchausen tidak diketahui. Namun, orang dengan gangguan ini mungkin telah mengalami penyakit parah ketika masih muda, yang disalahgunakan secara emosional atau fisik.

Gejala

Gejala sindrom Munchausen seputar kepura-puraan sakit atau menyakiti diri sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan emosional yang mendalam. Gejala sindrom Munchausen mungkin termasuk:

1. Mengarang drama tentang masalah medis
2. Sering rawat inap
3. Sakit dengan gejala yang tidak jelas atau tidak konsisten
4. Kondisi yang memburuk tanpa alasan yang jelas
5. Keinginan untuk menjalani tes laboratorium atau operasi berisiko
6. Mencari pengobatan dari dokter atau rumah sakit yang berbeda
7. Sering menggunakan obat penghilang rasa sakit atau obat lain

Pengobatan


Pengobatan sindrom Munchausen sulit dan tidak ada terapi standar untuk kondisi tersebut. Karena orang-orang dengan sindrom Munchausen ingin selalu sakit, mereka seringkali tidak mau mencari pengobatan. Namun, jika didekati dengan cara yang lembut, orang dengan sindrom Munchausen mungkin setuju untuk dirawat oleh penyedia kesehatan mental.

Meskipun tidak ada pengobatan standar untuk sindrom Munchausen, pengobatan sering berfokus pada pengelolaan kondisi, daripada mencoba untuk menyembuhkannya. Pengobatan umumnya termasuk psikoterapi dan konseling perilaku. Jika memungkinkan, terapi keluarga juga mungkin disarankan.

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati gangguan mental ini dapat menggunakan obat depresi atau kecemasan. Dalam kasus yang parah, rawat inap psikiatri sementara mungkin diperlukan.

Sumber: MayoClinic

Senin, 03 Desember 2012

Sindrom Patah Hati, Gangguan Jantung Sementara Akibat Stres

Deskripsi

Sindrom patah hati (broken heart syndrome) adalah gangguan jantung sementara yang diakibatkan oleh situasi yang membuat penderitanya tertekan atau stres seperti kematian orang tercinta.

Awalnya kondisi ini disebut dengan takotsubo cardiomyopathy, namun belakangan kondisi ini juga merujuk pada cardiomyopathy yang dipicu oleh stres atau sindrom balon apikal (apical ballooning syndrome).

Penderita sindrom ini tiba-tiba akan mengalami nyeri dada atau merasa mengalami serangan jantung. Gejalanya sendiri disebabkan oleh reaksi jantung terhadap munculnya hormon stres atau kortisol ketika si penderita dihadapkan pada situasi yang tertekan.

Dalam jangka waktu yang pendek, sebagian jantung penderita pun membesar dan tidak dapat berfungsi dengan baik, sebagian jantung lainnya akan bekerja dengan normal atau malah berkontraksi terlalu kuat.

Beruntung gejala-gejalanya bisa diobati dan kondisi ini akan pulih dengan sendirinya dalam waktu seminggu.

Penyebab

- Kabar kematian orang tercinta secara mendadak
- Ketakutan terhadap diagnosis medis
- Kekerasan rumah tangga
- Kehilangan banyak uang atau bangkrut
- Pesta kejutan
- Tampil di muka umum
- Stres fisik seperti serangan asma, infeksi, kecelakaan mobil atau operasi berskala besar

Gejala

- Nyeri dada
- Sesak nafas
- Detak jantung yang tidak beraturan
- Sekujur tubuh terasa lemas

Pengobatan

Tak ada pengobatan standar untuk mengatasi sindrom patah hati. Biasanya setelah dokter mendiagnosis penderita dengan sindrom ini, barulah dokter meresepkan obat-obatan untuk gangguan jantung seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, beta blockers atau obat diuretik hingga penderita pulih.


Sumber: MayoClinic

Minggu, 02 Desember 2012

Vasovagal Syncope, Penyakit yang Bikin Seseorang Mudah Pingsan

Deskripsi

Vasovagal syncope adalah kondisi paling umum yang menyebabkan pingsan. Vasovagal syncope terjadi ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu pingsan seperti melihat darah atau gangguan emosi yang ekstrim. Setelah terpicu, akan terjadi penurunan kesadaran secara mendadak dalam denyut jantung dan tekanan darah yang akan mengurangi aliran darah ke otak.

Vasovagal syncope biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Namun dokter dapat merekomendasikan tes untuk menyingkirkan penyebab yang lebih serius dari pingsan, seperti gangguan jantung.

Penyebab

Vasovagal syncope terjadi ketika bagian dari sistem saraf yang mengatur denyut jantung dan tekanan darah malfungsi dalam menanggapi pemicu, seperti melihat darah. Detak jantung melambat, dan pembuluh darah di kaki melebar.

Hal ini memungkinkan darah mengumpul di kaki dan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah dan melambatnya detak jantung dengan cepat dapat mengurangi aliran darah ke otak dan menyebabkan pingsan.

Meskipun Vasovagal syncope dapat terjadi pada semua usia, hal ini diakui sebagai penyebab pingsan yang sering terjadi pada orang tua.

Pemicu umum Vasovagal syncope antara lain:

1. Berdiri untuk jangka waktu yang lama
2. Terpapar panas
3. Melihat darah
4. Kondisi setelah donor darah
5. Ketakutan akan luka-luka
6. Tegang

Gejala

Sebelum pingsan karena Vasovagal syncope, Anda mungkin mengalami beberapa hal sebagai berikut:

1. Kulit pucat
2. Penglihatan berkunang-kunang
3. Mual
4. Badan terasa hangat
5. Keringat dingin atau berkeringat

Pengobatan

Dalam kebanyakan kasus Vasovagal syncope tidak memerlukan pengobatan. Dokter dapat membantu mengidentifikasi pemicu pingsan dan membahas cara-cara untuk menghindarinya. Namun, jika Anda cukup terganggu dengan Vasovagal syncope, dokter mungkin menyarankan pengobatan berikut:

1. Obat-obatan
Obat-obatan yang dapat membantu mencegah Vasovagal syncope meliputi obat hipertensi, antidepresan, dan obat untuk mengobati tekanan darah rendah atau asma.

2. Terapi
Dokter mungkin menyarankan teknik khusus untuk mengurangi pengumpulan darah di kaki termasuk latihan kaki, memakai stoking elastis atau mengurangi tekanan pada otot kaki. Hindari berdiri terlalu lama, terutama di tempat yang panas, tempat-tempat keramaian dan minumlah lebih banyak cairan.

3. Operasi
Penyisipan alat pacu jantung listrik dapat membantu mengatur detak jantung dan mengurangi pingsan akibat Vasovagal syncope.

Sumber: MayoClinic

Sabtu, 01 Desember 2012

Microsoft membuat Kacamata Augmented Reality semacam Google Project Glass?

Google Project Glass adalah teknologi kacamata yang di dalamnya terdapat teknologi komputasi canggih sehingga bisa menampilkan informasi data yang bisa dilihat oleh pemakainya di mana konsep ini sebelumnya sudah ditampilkan di film-film futuristik.

Sekarang, kami mendapati informasi bahwa Microsoft juga sedang mengerjakan proyek serupa berdasar paten yang didaftarkan dan dipublikasikan mereka. Nah tapi bedanya kalau Google Project Glass dimaksudkan bagi pengguna untuk digunakan seharian saat bergerak  (lebih mengarah pada wearable smartphone/computer), teknologi kacamata Microsoft ini lebih didesain untuk digunakan pada acara-acara seperti konser atau pertandingan olahraga di mana kacatama Microsoft ini akan menampilkan teks, atau audio terkait dengan yang sedang kita lihat.

Jadi sebenarnya produk Microsoft ini lebih mengarah ke perangkat kacamata augmented reality yang lebih nyaman digunakan dan dinikmati daripada konsumsi augmented reality menggunakan smartphone.

Rumus Simpel Ini Bisa Tentukan Risiko Obesitas Anak Sejak Lahir

Setelah bayinya lahir, orang tua tak akan tahu apa yang akan terjadi dengan si anak hingga akhirnya si anak tumbuh. Hal ini juga berlaku untuk berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi pada si anak, salah satunya obesitas.

Untuk itu tim peneliti dari Inggris menciptakan sebuah rumus sederhana untuk memprediksi risiko obesitas seorang bayi sesaat setelah dilahirkan. Rumus ini mengkombinasikan sejumlah faktor yang diketahui dapat memperkirakan risiko obesitas, terutama pada bayi.

Hal ini dianggap perlu dilakukan karena obesitas pada anak-anak dapat mengakibatkan banyak gangguan kesehatan seperti penyakit diabetes tipe 2 dan masalah jantung.

Untuk memperoleh rumus ini, tim peneliti dari Imperial College London mengamati 4.032 anak asal Finlandia yang lahir pada tahun 1986 dan data dari dua studi lanjutan yang melibatkan 1.053 anak Italia dan 1.032 anak AS.

Dari situ peneliti mengungkapkan bahwa hanya dengan mengamati sejumlah indikator sederhana yaitu berat lahir si bayi, indeks massa tubuh orangtuanya, jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah dengan si bayi dan apakah ibunya merokok atau tidak selama mengandung sudah bisa digunakan untuk memprediksi risiko obesitas si bayi.

Studi ini juga menampik temuan sebelumnya yang menduga bahwa faktor genetik akan memberikan petunjuk lebih besar terhadap masalah berat badan seorang anak ketika beranjak dewasa. Nyatanya hanya satu dari 10 kasus obesitas yang diamati peneliti sebagai hasil dari mutasi gen langka yang berpengaruh terhadap selera makan si anak.

Untuk itu, Prof Philippe Froguel dari Imperial College London yang juga memimpin studi ini mengatakan bahwa upaya pencegahan adalah strategi utamanya. Pasalnya sekali obesitas, seorang anak bisa kesulitan menurunkan berat badannya.

"Perhitungannya didasarkan pada data yang bisa diperoleh setiap orang dari seorang bayi yang baru lahir dan kami memastikan rumus ini dapat memprediksi risikonya pada 80 persen anak yang mengalami obesitas," tandas Prof Froguel seperti dikutip dari BBC, Jumat (30/11/2012).

Prof Froguel menambahkan sayangnya kampanye publik yang selama ini dilakukan tidak cukup efektif untuk mencegah obesitas pada anak-anak usia sekolah. Tapi akan lebih efektif jika kita menekankan pada upaya mengajari orangtua tentang bahaya memberi makan secara berlebihan dan kebiasaan pemberian gizi yang buruk sejak kecil.

"Pesannya sederhana, setiap risiko obesitas pada anak bisa diidentifikasi, diawasi dan diberi saran yang sesuai dengan kondisi si anak, meski upaya ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit," pungkasnya.
 

All In Share :). Design By: SkinCorner