Selasa, 30 Oktober 2012

Fakta Menarik Tentang Aplikasi Google Maps dan Street View

Google Maps menjadi salah satu aplikasi peta yang paling banyak digunakan di dunia. Tak heran pada saat Apple menggantikan Google Maps dengan Apple Maps, banyak pemilik iPhone yang merasa rugi. Lalu, apa saja yang membuat Google Maps begitu membuat banyak penggunanya tertarik? Berikut ini adalah beberapa fakta terkait Google Maps.

1. Saat ini, dengan menggabungkan antara data satelit, data pemandangan udara dan pemandangan jalanan, Google Maps memiliki data hingga 20 petabytes. Data tersebut setara dengan 21 juta gigabytes atau sekitar 20.500 terabytes.







2. Bergantung dari keberadaan data, Google akan mengunggah update gambar setiap dua minggu. Untuk Street View, Google akan melakukan update secepat mungkin, tidak ada jadwal pasti.

3. Google memiliki teknologi yang akan secara otomatis mengaburkan wajah seseorang untuk melindungi privasi dalam Street View. Selain itu, user juga bisa meminta hal ini kepada Google.





 4. Satelit yang digunakan dalam aplikasi Google Maps merupakan aplikasi dari provider pihak ketiga.


5. Google menyediakan beberapa pemandangan di dalam gedung. Layanan ini tersedia di negara Amerika Serikat, Australia, Inggris, Selandia Baru, Perancis, Kanada, Irlandia dan Belanda. Selain itu, Anda juga bisa berjalan-jalan secara virtual ke beberapa landmark terkenal dunia.







6. Saat ini, Google menggunakan kamera yang dilengkapi dengan 15 lensa dan mampu menghasilkan foto dengan resolusi 65 megapiksel untuk Street View. Saat dalam masa eksperimen, Google menggunakan beberapa komputer di belakang van, kamera, laser serta GPS yang ditempatkan pada bagian atas mobil.


7. Untuk wilayah yang tak bisa dijangkau dengan mobil, Google menggunakan beberapa kendaraan alternatif. Di antaranya adalah kendaraan salju, trolley dan lain-lain.



 (Via Mashable)

Senin, 29 Oktober 2012

Trekker, Kamera Berukuran Tas Punggung yang Digunakan Google untuk Tampilkan Foto Grand Canyon di Street View

Google dalam beberapa waktu dekat akan meluncurkan foto terbaru di Street View. Foto terbaru tersebut adalah tampilan dari Taman Nasional Grand Canyon di Amerika Serikat.


Dan, untuk memperoleh gambar di tempat tersebut, mereka pun menggunakan kamera bernama Trekker. Kamera ini merupakan sebuah kamera yang dipakai selayaknya sebuah tas punggung. Dan, ekspedisi di Grand Canyon tersebut merupakan penggunaan Trekker di lingkungan outdoor secara resmi untuk pertama kalinya.

Street View dari Google memang memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengguna internet. Dengan fitur tersebut, pengguna internet tak perlu berjalan jauh untuk mengetahui pemandangan indah di belahan dunia lain.


Pada awalnya, pengambilan foto untuk Street View menggunakan sebuah mobil van. Namun, untuk daerah yang tak bisa dijangkau oleh mobil, Google pun menyediakan kendaraan khusus. Dan, kini untuk daerah yang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, mereka pun menggunakan Trekker. Google mengatakan, meskipun berukuran kecil, Trekker tersebut akan mampu menghadirkan kualitas gambar yang tak kalah dengan kamera pada mobil van.

Sayangnya, tak disebutkan kapan foto dari Grand Canyon tersebut akan secara resmi dirilis di Street View. So, kita tunggu saja pemandangan indah yang dihadirkan oleh Trekker milik Google ini.

 (Via Techcrunch)

Minggu, 28 Oktober 2012

Data dan Fakta tentang Teknologi Bluetooth

Bluetooth menjadi teknologi yang sangat awam pada saat ini. Dengan adanya Bluetooth, menghubungkan antara satu perangkat elektronik dengan perangkat lainnya pun menjadi lebih sederhana. Seiring dengan perkembangan, berbagai perangkat pun banyak dilengkapi dengan Bluetooth. Dari handphone, komputer ataupun headset.



Meskipun sering menggunakan Bluetooth, apakah Anda tahu asal mula penamaan Bluetooth? Selain itu, terdapat fakta-fakta lain tentang Bluetooth yang jarang diketahui oleh orang awam. Berikut ini adalah fakta-fakta tersebut.

1. Penamaan Bluetooth diambil dari salah seorang raja Denmark yang bernama King Harald Blatand. Dalam pelafalan Inggris, nama tersebut dibaca King Harold Bluetooth. Raja ini berkuasa dalam kurun 958 hingga 986. King Harrald pun terkenal sebagai orang yang mampu menyatukan kawasan Denmark, Norwegia dan Swedia.

2. Teknologi Bluetooth pertama diterapkan oleh Ericsson pada tahun 1994. Perusahaan yang berbasis di Swedia tersebut mengadakan penelitian untuk mengetahui keuntungan menggunakan teknologi Bluetooth. Selanjutnya, bersama Intel, IBM, Toshiba serta Nokia, Ericsson menghimpun Special Interest Group (SIG) pada tahun 1998 dan selanjutnya mengeluarkan spesifikasi Bluetooth pertama kali di dunia pada tahun 1999.
3. Bluetooth merupakan salah satu sinyal radio. Sebagai sinyal radio, ternyata Bluetooth tidak cocok digunakan untuk sarana berkomunikasi. Hal ini terungkap setelah Andretti Racing Team menggunakannya. Dan, karena mengandung gelombang radio microwave, penggunaan Bluetooth dikatakan dapat menimbulkan permasalahan kesehatan.
4. Bluetooth memiliki range yang cukup luas. Sebuah perangkat Bluetooth, tetap mampu bekerja dalam jarak 10 meter. Bahkan dalam perkembangan terbaru, Bluetooth mampu bekerja dalam jarak 100 meter.
5. Saat ini, 95 persen handphone yang terjual memiliki konektivitas Bluetooth. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun 2008 di mana hanya terdapat 5 persen yang ada di pasaran.
 

All In Share :). Design By: SkinCorner