Minggu, 10 Februari 2013

Ingin Langsing? Jangan Dengarkan 5 Mitos Ini

Jika ingin menurunkan berat badan, jangan hanya percaya apa kata orang, atur saja pola makan Anda dan banyak-banyaklah melakukan aktivitas fisik. "Mempercayai kesalahpahaman tentang diet yang populer di masyarakat justru akan menjauhkan Anda dari metode diet yang tepat," kata Julia Valentour, MS dari American Council on Exercise. 

Padahal jika dibiarkan begitu saja, Anda akan terjebak pada kebiasaan yang salah itu dan motivasi Anda untuk menurunkan berat badan pun akan mengalami kegagalan. Untuk itu agar tak lagi terjebak pada metode diet yang menyesatkan, pahami lima mitos yang paling sering dikaitkan dengan diet dan bagaimana cara menanggulanginya seperti  berikut ini.

1. 'Latihan kekuatan akan membuat saya berotot'
Perlu dipahami terlebih dulu bahwa otot lebih berat berat daripada lemak. Selain itu otot memiliki kepadatan yang lebih tinggi daripada lemak namun tidak memerlukan banyak ruang jadi dua wanita yang berat badannya sama bisa tampak sangat berbeda jika salah satu memiliki rasio otot dan lemak yang lebih tinggi.

"Berat karena otot adalah berat badan yang baik karena Anda akan tampak lebih kuat, lebih langsing dan lebih fit. Kondisi ini juga membuat metabolisme Anda lebih aktif, jadi hanya dengan memiliki lebih banyak otot, proses metabolisme yang terjadi seharian di dalam tubuh Anda akan lebih tinggi sehingga Anda tetap kurus," terang Valentour.

Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menjadikan latihan kekuatan sebagai rutinitas sehingga Anda dapat membakar kalori dengan kadar optimal seharian, apalagi dengan menggunakan beban yang lebih berat karena itu akan membantu memaksimalkan usaha Anda.

Lagipula tim peneliti dari Washington University School of Medicine, AS menemukan bahwa olahraga dengan beban berat, meski hanya diulang sebanyak 3-6 kali, dapat meningkatkan metabolisme atau jumlah kalori yang dibakar saat tidur hingga 8 persen. Upaya ini akan menurunkan berat badan sekitar 2,5 kilogram pertahunnya, bahkan ketika Anda tak melakukan upaya lainnya.

2. "Saya sudah olahraga tiap hari jadi saya bisa makan kapan pun saya mau"

Tapi bukan begitu caranya jika Anda mencoba menurunkan berat badan. "Justru Anda akan menyia-nyiakan olahraga yang telah Anda lakukan karena meskipun Anda membakar kalori dan lemak ketika berolahraga, sebenarnya jumlahnya tak sebanyak yang Anda bayangkan," kata Valentour.

Jadi Valentour merekomendasikan agar setiap orang mengonsumsi kurang dari 250 kalori dan membakar 250 kalori ekstra perharinya. Porsi inilah yang dapat dijadikan pegangan untuk mencapai rata-rata penurunan berat badan sebesar 0,5 kilogram perminggunya.

3. "Wanita lebih sulit menurunkan berat badan ketimbang pria"
Secara biologis, pria tercipta dengan massa otot yang lebih kecil dibanding wanita. Artinya metabolismenya tetap bekerja 5-10 persen lebih tinggi saat tidur, meskipun mungkin tinggi dan berat badannya sama dengan wanita.

Tantangan biologis lain yang dihadapi wanita adalah secara umum wanita memiliki lebih banyak lemak tubuh ketimbang pria dan tubuh wanita juga lebih cenderung menyimpan lemak. 

Namun terlepas dari itu semua, wanita bisa kehilangan sekitar 0,5 pound (0,22 kilogram) massa otot akibat pembakaran kalori dalam setahun selama masa perimenopause dan 0,5 kilogram saat menopause.

Tapi tak perlu khawatir karena masalah ini masih dapat teratasi dengan menambahkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas fitness Anda, sedikitnya dua kali seminggu untuk mengurangi lemak dan menambah massa otot yang dapat membangkitkan metabolisme Anda kembali.

4. "Semua kalori itu sama saja jadi saya bisa makan apapun"
Sejak awal banyak orang menganggap bahwa berapapun kalori yang dikonsumsinya maka tubuh akan membakar atau menyimpan kalori-kalori itu dalam jumlah yang sama. Padahal pemahaman ini salah besar. Sebuah studi menunjukkan bahwa untuk urusan penurunan berat badan, tak ada kalori yang sama besarnya.

Ada makanan tertentu yang membutuhkan upaya lebih agar dapat dimakan dan memerlukan pembakaran kalori yang lebih banyak ketika dicerna. Justru makanan seperti buah-buahan, sayuran dan gandum utuh dapat meningkatkan pembakaran kalori hingga lebih dari 30 persen.

Tak heran jika sebuah studi dari Jepang menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan yang butuh upaya terbanyak untuk dicerna memiliki lingkar pinggang yang lebih ramping ketimbang wanita yang makan makanan paling lembut dan mudah dicerna. 

Pasalnya serat dan protein dalam makanan tersebut membutuhkan begitu banyak upaya agar dapat dicerna sehingga tubuh tidak dapat menyerap kalori-kalori yang dikandungnya.

5. "Makan lemak akan membuat saya gemuk"
Tubuh juga memerlukan lemak namun seperlunya saja. Menurut Institute of Medicine, AS, setiap orang perlu memenuhi kalori sebanyak 20-35 persen.

Salah satunya adalah dengan mengonsumsi monounsaturated fats (MUFA) atau lemak tak jenuh tunggal yang berasal dari minyak sayur yang ditemukan dalam tanaman seperti buah zaitun, kacang-kacangan dan alpukat.

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, pola makan yang kaya MUFA dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak tubuh tanpa mengubah asupan kalori. Studi lain juga melaporkan bahwa sarapan kaya MUFA dapat mendorong pembakaran kalori hingga 5 jam setelah makan, terutama pada orang-orang yang lemak perutnya banyak.

Selain itu, batasi asupan lemak jenuh dan hindari lemak trans karena keduanya dapat menyebabkan gangguan kesehatan.


Sabtu, 09 Februari 2013

Fujitsu Perkenalkan Tablet Tahan Air Arrow Tab Terbaru dengan Layar 10 Inci Full HD yang Memiliki Bobot Ringan

Produsen perangkat elektronik yang berbasis di Jepang, Fujitsu baru saja merilis tablet terbarunya. Tablet tersebut merupakan tablet seri Arrow Tab terbaru yang menawarkan fitur anti air.

Tablet dengan nama Arrow Tab AR70B tersebut memiliki layar berukuran 10.1 inci dengan resolusi full HD 1920 x 1200 piksel. Selanjutnya, tablet ini hadir dengan prosesor quad core berbasis ARM Cortex-A9 Nvidia Tegra 3 dengan kecepatan 1.7GHz. Selain itu, chip SoC ini juga hadir dengan 12 core grafis.

Untuk menunjang kinerja prosesor, Fujitsu menyematkan RAM berkapasitas 2GB pada tablet ini. Untuk permasalan penyimpanan data, Arrow Tab AR70B hadir dengan memori internal berkapasitas 32GB. Sebagai tambahan kapasitas, tablet ini juga dilengkapi dengan slot microSD yang mensupport hingga 32GB memory card.

Lebih lanjut, table tini juga hadir dengan bobot yang ringan, yakni 589 gram. Dibandingkan dengan tablet 10 inci lain, tablet ini lebih ringan, seperti Nexus 10 dan iPad 4 yang masing-masing memiliki bobot 603 gram dan 662 gram.

Meskipun ringan, bukan berarti tablet ini mempunyai baterai berkapasitas kecil. Tablet ini punya baterai berkapasitas 10080 mAh yang mampu bertahan untuk pemakaian normal selama 14 jam dan 2100 standby. Mengenai sistem operasinya, Fujitsu menggunakan OS Android Ice Cream Sandwich 4.0.

(Via Android Authority)

Jumat, 08 Februari 2013

Panasonic Ciptakan Teknologi Baru yang Mampu Meningkatkan Akurasi Sensor Gambar

Teknologi kamera saat ini terus berkembang dengan cepat. Terlebih dengan berkembangnya teknologi smartphone yang kini bahkan mampu menghasilkan gambar dengan kualitas yang tak kalah jika dibandingkan dengan kamera digital.




Sebuah teknologi gambar terbaru pun diperkenalkan oleh pabrikan elektronik asal Jepang, yakni Panasonic. Teknologi terbaru bernama Micro Color Splitter tersebut dikatakan mampu meningkatkan tingkat akurasi sensor image menjadi dua kali lipat lebih tinggi.

Teknologi imaging terbaru ini memang masih belum sempurna dan masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Namun, pihak Panasonic meyakinkan bahwa dengan adanya teknologi ini, maka sebuah kamera tidak akan membutuhkan filter debayering. Filter debayering sendiri biasanya akan mengurangi sekitar 50 persen hingga 70 persen cahaya yang ditangkap oleh sensor image.

Teknologi Micro Color Splitter ini akan menciptakan semacam deflektor elektronik yang menganalisis dan memisahkan frekuensi gelombang cahaya dengan lebih cepat. Dengan begitu, tidak akan cahaya yang hilang.

Pihak Panasonic pun telah mendaftarkan patennya untuk teknologi ini. Namun, karena masih dalam tahap pengembangan, tentu saja jangan mengharapkan bahwa teknologi ini akan bisa dijumpai di pasaran dalam waktu dekat.

(Via Softpedia)


Kamis, 07 Februari 2013

Nikon CoolPix S9500 & S9400, Duo Kamera Super Zoom Slim 18,1 MP Dengan Dukungan WiFi

Keberadaan lini Coolpix besutan Nikon tampaknya bakal semakin lengkap dengan kehadiran dua model kamera super zoom slim terbarunya yaitu Nikon CoolPix S9500 dan S9400.

Dengan bodi ramping nan kompak berukuran cukup kecil, membuat kedua kamera ini bisa dengan mudahnya dibawa kemana-mana sambil diselipkan ke dalam saku celana ataupun baju Anda. Selain menyediakan jangkauan zoom yang tinggi, kedua kamera digital ini juga mendukung konektivitas WiFi yang dapat digunakan untuk mentransfer foto dan video secara nirkabel ke perangkat mobile yang ada seperti smartphone ataupun tablet yang dilengkapi dengan aplikasi Adapter Utilitas Wireless Mobile.

Nikon CoolPix S9500 dan S9400 sama-sama dilengkapi dengan sensor BSI CMOS berkemampuan 18,1 Megapixel dan mesin pengolahan gambar EXPEED C2 untuk memberikan gambar dan video berkualitas tinggi. Nikon CoolPix S9500 dibekali lensa NIKKOR dengan wide angle 25mm dan kemampuan zoom optik 22x, sedangkan Nikon CoolPix S9400 menawarkan jangkauan zoom optik 18x.

Keberadaan fitur lensa geser dan peredam getaran elektronik atau yang dikenal electronic Vibration reduction (VR) berguna untuk menghasilkan gambar dan film yang jelas dan bebas blur, sedangkan keberadaan fitur Motion Detection untuk mengurangi blur saat pengambilan foto. Keduanya sama-sama menawarkan ISO 125-3200, Scene Mode dan pengeditan gambar, termasuk Glamour Retouch yang telah diupgrade.

Duo Coolpix super zoom dan kompak ini mendukung pemotretan terus menerus dengan berkecepatan tinggi hingga 7.5fps. Keduanya bisa melakukan perekaman video Full HD berkemampuan resolusi 1920×1080 pixels pada kecepatan sebesar 30fps dengan suara stereo dan menawarkan output HDMI.

Keduanya sama-sama telah dilengkapi dengan fitur layar OLED berukuran 3 inci yang dapat dipergunakan untuk melihat preview dan review gambar. Sementara untuk model Nikon CoolPix S9500 juga telah dibekali dengan keberadaan fitur built-in GPS yang dapat digunakan untuk merekam data lokasi untuk setiap foto yang diambil.
Mengenai harga per unit, Nikon Coolpix S9500 yang tersedia dengan beberapa warna pilihan seperti warna hitam, perak dan merah, kabarnya dibandrol seharga 349,95 atau setara 3,38 jutaan rupiah. Sedangkan Nikon CoolPix S9400 yang tersedia dengan beberapa warna pilihan seperti warna hitam, putih dan merah, dipasarkan dengan bandrol harga sebesar 299,95 atau setara 2,9 jutaan rupiah.

Rabu, 06 Februari 2013

5 Rahasia Melatih Kecerdasan Bayi


Tiga tahun pertama kehidupan bayi merupakan periode emas yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak secara optimal. Pada masa ini, nutrisi yang lengkap menunjang pertumbuhan otaknya sebagai modal masa depan. Kendati demikian, stimulus juga memiliki kedudukan penting untuk perkembangan kecerdasan.

Memahami hal ini, dr Arifianto, SpA, spesialis kesehatan anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, membeberkan lima rahasia membesarkan bayi cerdas.

1. Jalin ikatan emosional yang erat. 
Ini bisa didapat dengan memberikan bayi naluri rasa aman dengan selalu mengupayakan skin to skin contact sejak lahir. Selain itu, memberi pijatan lembut pada tubuhnya, memakaikan sendiri pakaian bayi, serta  berbicara pada bayi sejak awal dapat menjadi pemicu naluri rasa aman bayi. Hindari bertengkar di hadapan bayi karena akan menularkan rasa cemas pada bayi.

2. Sering bercakap-cakap dengan bayi. 
 Semakin banyak kosa kata yang didengar sejak awal, makin dini anak mengembangkan kemampuan bicaranya. Anak berusia 3 tahun yang telah dapat berbicara dengan baik, dikatakan memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding yang lain. Cobalah berbicara dalam nada yang bervariatif ketika  berbicara dengan bayi.

3. Optimalkan ekspresi wajah saat berkomunikasi
 Bayi dapat menangkap ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya, semenjak masih berusia 3 hingga 4 bulan. Kemampuan membaca ekspresi wajah adalah dasar komunikasi non verbal anak. Jika perlu, kerap tunjukkan ekspresi wajah yang ceria dan bahagia sehingga bayi juga menjadi bayi yang bahagia.

4.  Batasi penggunaan car seat dan stroller. 
 Lebih baik bagi bayi digendong daripada dibaringkan di dalam stroller. Bahkan menggendong bayi dengan tangan lebih baik daripada menggendong dengan kain atau gendongan kangguru. Saat digendong dengan tangan, bayi dapat berotasi sesuka hatinya, bergerak lebih leluasa, dan dapat melihat ke banyak sisi seperti yang diinginkannya. Ini akan membuat bayi banyak belajar dari lingkungan sekitar.

5. Tunjukkan benda yang dituju sembari berbicara.
Gunakan kalimat panjang yang menjelaskan berbagai benda yang Anda tunjuk. Kendati bayi belum paham apa yang dijelaskan orang dewasa, mereka akan mengingat apa yang tertangkap pendengarannya. Ini akan membuatnya lebih cepat bicara. Pada bayi berusia 9 bulan, mereka mulai memahami ketika Anda menunjuk ini dan itu sembari berbicara.

Selasa, 05 Februari 2013

Saat Stres Wanita Lebih Sensitif Suara

Merasa lebih sensitif terhadap bebunyian akhir-akhir ini? Bisa jadi Anda sedang stres. Sebuah studi baru mengindikasikan wanita stres lebih sensitif terhadap suara, bahkan suara percakapan saja bisa terdengar menyakitkan.

"Ketika Anda menjadi hipersensitif terhadap suara, suara-suara normal seperti dentingan sendok dan garpu, atau suara mesin mobil dapat sangat memekakan telinga," ujar Dan Hasson, profesor di departemen fisiologi dan farmakologi Karolinska Institute, Swedia, dalam sebuah rilis berita. "Bayangkan jika orang-orang ini harus bekerja di lingkungan dengan banyak suara bising, ini akan membuat mereka sangat terganggu."

Dalam menyusun studi ini, para peneliti melibatkan 208 wanita dan 140 pria yang berusia antara 23 hingga 71 tahun dengan tingkat stres rendah, medium, hingga akut untuk diuji stres selama 5 menit, baik fisik, mental, dan sosial. Untuk uji fisik, para peserta diminta dimenaruh tangannya di es. Para peneliti juga memeriksa tingkat stres mental mereka dan mengamati keadaan mereka dalam keadaan sosial yang menekan.

Meskipun tidak ada perbedaan untuk kemampuan mendengar dari para peserta sebelum uji stres, namun setelah tes dilakukan ternyata ada perbedaan. Wanita dengan tingkat stres lebih tinggi sangat lebih sensitif terhadap suara dibandingkan dengan wanita dengan tingkat stres rendah. Wanita yang hipersensitif ini merasa bahwa suara percakapan biasa terdengar sangat kencang hingga menyakitkan telinga mereka.

Sebaliknya, wanita dengan tingkat stres rendah tidak terlalu sensitif dengan suara. Para peneliti pun menyimpulkan hipersensitivitas terhadap suara adalah respon dari stres.
"Bentuk dari hipersensitivitas suara ini memaksa untuk orang dengan stres tinggi untuk menghindari lingkungan dengan suara bising," tambah Hasson. "Studi kami mengindikasikan bahwa tingkat stres dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika mengobati pasien dengan gangguan pendengaran."

Meskipun studi yang dipublikasikan dalam jurnal Plos ONE ini melakukan tes pada wanita dan pria, hasilnya lebih signifikan pada wanita. Pada pria tidak terlalu terjadi perbedaan.

Cr : Kompas

Penggunaan Jangka Panjang Memicu Toleransi Obat

Ketika mengonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang akan timbul suatu fenomena yang disebut dengan toleransi obat, sehingga ada kebutuhan untuk menambah dosis obat demi mendapatkan efek obat seperti yang diinginkan. Toleransi obat ini juga bisa dipakai untuk menentukan tingkat adiksi seseorang.

Menurut peneliti dari Tempo Group, Agus Wiyanto, ada tiga jenis toleransi obat, yakni toleransi farmakokinetik, farmakodinamik, dan toleransi yang dipelajari. Tiga jenis toleransi inilah yang menentukan tingkat adiksi seseorang, sebab adiksi dipicu oleh toleransi.

Toleransi farmakokinetika adalah perubahan distribusi atau metabolisme suatu obat setelah pemberian berulang, yang membuat dosis obat yang diberikan menghasilkan kadar dalam darah yang semakin berkurang dibandingkan dengan dosis yang sama pada pemberian pertama kali. Mekanisme yang paling umum adalah peningkatan kecepatan metabolisme obat tersebut. Contohnya yaitu penggunaan stimultan untuk menambah efek dari obat.

Toleransi farmakodinamik merupakan perubahan adaptif yang terjadi di dalam sistem tubuh yang dipengaruhi oleh obat, sehingga respons tubuh terhadap obat berkurang pada pemberian berulang. "Hal ini misalnya terjadi pada penggunaan antibiotik. Dalam penggunaan jangka panjang, tubuh akan menjadi resisten terhadap antibiotik sehingga membutuhkan penambahan dosis," katanya.

Toleransi yang dipelajari yaitu pengurangan efek obat dengan mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir. Misalnya orang yang sudah mempelajari efek alkohol terhadap tubuhnya masih dapat mengendalikan tubuh untuk tidak mabuk. Sehingga ketika dites berjalan lurus, ia masih sanggup.

Kebutuhan dosis obat yang makin meningkat dapat menyebabkan ketergantungan fisik, di mana tubuh telah beradaptasi dengan adanya obat, dan akan menunjukkan gejala putus obat (withdrawal symptom) jika penggunaan obat dihentikan. Di samping toleransi, ada pula variabel lain yang dapat memicu adiksi. Antara lain obat yang terdiri dari ketersediaan obat dan kemurnian obat, dan lingkungan.

Cr : Kompas


 

All In Share :). Design By: SkinCorner