Rabu, 12 Desember 2012

Hati-hati! Ini Bahayanya Bila Tidur Sering Ngorok





Mendengkur atau ngorok terjadi karena saluran napas terganggu akibat penyumbatan aliran udara di hidung dan mulut. Bila terus dibiarkan, hati-hati bahaya kesehatan yang mengintai Anda.

Mendengkur adalah suara yang dihasilkan saat seseorang bernapas (biasanya dihasilkan ketika menarik napas) selama ia tidur yang pada gilirannya menyebabkan getaran di langit-langit lunak dan uvula (benda yang menggantung di bagian belakang tenggorokan).

Tersumbatnya saluran napas membuat orang berjuang untuk bernapas saat tidur, sehingga menyebabkan daerah bagian atas tenggorokan dan lidah bergabung ke langit-langit mulut dan bergetar. Inilah yang menyebabkan suara keras keluar saat tidur.

Seringkali, mendengkur juga dapat merupakan gejala dari gangguan yang lebih serius. Mendengkur dapat dikaitkan dengan obesitas, penuaan dan mungkin efek dari obat penenang atau alkohol. Makan mendekati waktu tidur juga dapat meningkatkan kejadian mendengkur.

Kebiasaan ini lebih dari sekedar mengganggu pasangan atau orang yang tidur di dekat Anda. Tergantung dari penyebabnya, mendengkur bisa menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya, seperti dilansir Mayoclinic, Selasa (11/12/2012):

1. Mengantuk sepanjang hari
2. Sering frustasi dan marah-marah
3. Kesulitan berkonsetrasi
4. Risiko yang lebih besar, tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan stroke.
5. Peningkatan risiko masalah perilaku, seperti agresi atau masalah belajar, pada anak-anak dengan apnea tidur obstruktif.
6. Peningkatan risiko kecelakaan kendaraan bermotor akibat kurang tidur
7. Hubungan buruk dengan pasangan tidur.

Meski seringkali menjadi bahan lelucon, tapi mendengkur sebenarnya bisa jadi salah satu gejala gangguan yang serius seperti obstructive sleep apnea (OSA). Jika seperti ini maka butuh bantuan dokter untuk menanganinya.

Cr : Detikhealth

Selasa, 11 Desember 2012

Ibu Ini Ciptakan Aplikasi Khusus Autis dari Pengalaman Mengasuh Anaknya


Seorang ibu di Cincinnati, AS terketuk hatinya untuk membantu anak-anak autis dan keluarganya di seluruh dunia. Ibu bernama Theresea Wantuch ini membuat aplikasi bernama Faces Training untuk membantu anak-anak autis mengenali emosi.

Aplikasi ini bisa digunakan pada smartphone berbasis iPad, iPhone dan Android serta dijual seharga $ 2,99 di App Store dan Google Play. Theresea tergugah membuat aplikasi ini karena menyadari betapa sulitnya mengasuh anaknya yang juga menyandang autis, Jack.

Walau menyandang autis, Jack adalah seorang anak yang dianugerahi bakat bermain cello dan bisa menggubah lagunya sendiri. Di usianya yang kini menginjak 21 tahun, Jack sudah bisa mengemudi dan cukup mandiri.

"Ini adalah tonggak utama. Ada beberapa hal yang memakan waktu lebih lama untuk diajarkan kepada Jack, tetapi orang tidak tahu hal-hal luar biasa yang dapat dilakukan anak-anak ini. Mereka orang-orang berbakat, hanya saja kebetulan menyandang autisme," kata Theresea Wantuch seperti dilansir USA Today, Senin (10/12/2012).

Memahami perbedaan antara tersenyum dan merengut, serta ekspresi emosi di balik raut wajah adalah salah satu hambatan yang paling umum ditemui penyandang autisme dan anak berkebutuhan khusus lainnya sehari-hari.

Pada aplikasi Faces Training, penggunanya akan diajak untuk naik kereta penumpang yang bepergian ke seluruh dunia. Pemain diminta mencocokkan emosi tertentu sesuai gambar ekspresi wajah para penumpang dengan benar.

Aplikasi yang baru diluncurkan pada bulan Mei 2012 itu kini sudah didownload oleh ribuan orang dari seluruh dunia. Tampaknya, sekarang makin banyak penyandang ataupun pemerhati autisme yang makin melek teknologi.

"Faces Training ini mengingatkan kita pada software yang dikembangkan Universitas Yale sekitar 6 tahun yang lalu untuk melatih individu bagaimana mengenali ekspresi dan emosi wajah," kata Andy Shih, wakil senior presiden New York Autism Speaks, lembaga nirlaba yang berfokus pada penelitian dan advokasi autisme.

Sebenarnya tak hanya aplikasi buatan Theresea saja yang dibuat khusus untuk penyandang autisme. Jika melongok website www.autismspeaks.org, di situ disediakan 200 lebih link aplikasi yang sengaja dibuat untuk penyandang autisme. Aplikasi-aplikasi ini juga tersedia dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Gangguan perkembangan autisme makin banyak diidap oleh anak-anak di seluruh dunia. Gejalanya adalah sulit membaca emosi orang lain dan sulit merespons interaksi dengan orang lain. Pada banyak kasus, anak-anak autis membutuhkan pelatihan agar dapat tumbuh mandiri.

Cr : detikhealth

Senin, 10 Desember 2012

Mengapa Pria Suka Wanita yang Mirip Ibunya? Ini Dia Jawabannya



Mungkin tak banyak yang menyadari jika istri atau kekasih seorang pria seringkali memiliki kemiripan sifat atau bentuk fisik dengan wanita pertama yang dicintainya yaitu ibunya sendiri. Sebuah studi dari Finlandia pun memastikan bahwa hal ini ada dasarnya.

Dengan melibatkan 70 partisipan pria dan wanita, peneliti berupaya membandingkan pasangan masing-masing partisipan dengan orang tua partisipan.

"Hasilnya, meski suami partisipan wanita tak ada mirip-miripnya dengan sang ayah, tapi partisipan pria lebih cenderung memiliki pasangan yang memiliki kemiripan 'signifikan' dengan ibunya," ujar Urszula Marcinkowska, Ph.D., seorang psikolog evolusioner dari University of Turku seperti dikutip dari menshealth, Selasa (6/11/2012).

Menurut Marcinkowska, tak ada yang salah dengan ketertarikan itu. Sebab proses evolusi dan seleksi alam telah memprogram setiap manusia untuk mencari pasangan yang berasal dari kelompok yang spesiesnya sama. Apalagi karena kontak paling awal dan paling dekat yang dimiliki seseorang adalah dengan ibunya maka tak heran jika ibulah contoh wanita yang dicari para pria, terangnya.

Sebaliknya, ayah tak meninggalkan 'jejak' yang sama pada tipe pasangan putrinya, tambahnya.

Tapi ternyata hubungan antara ibu dan anak laki-lakinya itu tak hanya menjelaskan ketertarikan seorang pria pada wajah wanita saja. "Hubungan Anda dengan ibu juga akan memainkan peranan penting dalam menentukan seberapa baik hubungan antara Anda dengan para wanita dalam kehidupan Anda," tandas Michael Kimmel, Ph.D., seorang sosiolog dari SUNY dan penulis buku Guyland.

Dengan kata lain, Kimmel mengungkapkan bahwa landasan terbaik untuk hubungan romantis yang sehat terletak pada hubungan yang dekat dan penuh kasih sayang antara ibu dan anak laki-lakinya.

Jadi jika ibu Anda lalai dan memperlakukan Anda dengan buruk maka secara tidak sadar Anda akan mencari wanita dengan kepribadian yang serupa sebagai pasangan, tambah William Pollack, Ph.D., seorang pakar pria dari Cambridge Health Alliance and Harvard Medical School. Alasannya? Bisa dikatakan Anda mencoba untuk 'memperbaiki' hubungan ibu dan anak laki-laki yang rusak itu, kendati faktanya sebagian besar upaya ini tak membuahkan hasil.

Lalu Pollack menyarankan ketika Anda mengalami sejumlah kegagalan dalam hubungan percintaan maka bandingkan kondisi itu dengan hubungan antara Anda dan ibu Anda. Jika ada kemiripan maka inilah saatnya Anda mencari pasangan lain yang karakter yang berbeda. "Kalau bisa yang tidak mirip sama sekali dengan ibu Anda," pungkasnya.

Cr : Detikhealth

Minggu, 09 Desember 2012

Notebook Vs Tablet, Mana yang Anda Pilih untuk Pekerjaan Kantor?

Sebuah notebook diciptakan untuk memudahkan pekerjaan. Dengan sebuah laptop, Anda bisa mengerjakan pekerjaan kantor di luar ruangan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, terciptalah sebuah tablet.
Tingkat penjualan tablet pun mengalami tren positif dari waktu ke waktu. Bahkan beberapa vendor pun terpaksa membatasi jumlah produksi netbook yang merupakan versi mini notebook. Namun, apakah sebuah tablet sudah mampu menggantikan laptop untuk pekerjaan kantor? Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan.

Mobilitas

Dari segi mobilitas, tentunya tablet memiliki kemudahan dibandingkan dengan sebuah laptop. Sebuah laptop biasanya memiliki bobot lebih dari 1,5 kg. Tentunya hal ini akan cukup membebani Anda. Sedangkan sebuah tablet,  kebanyakan memiliki berat tak kurang dari 1kg.

Kemudahan Pemakaian

Layar sentuh pada tablet bagi sebagian besar orang akan cukup sulit digunakan. Terlebih bagi Anda yang terbiasa memakai sebuah keyboard. Namun, terdapat beberapa tablet yang sudah hadir dengan docking keyboard. Selain itu, Anda pun bisa membeli aksesoris tambahan berupa wireless keyboard yang beberapa di antaranya sudah kompatibel dengan tablet Android.

Selanjutnya, yang biasa diperhatikan adalah kapasitas penyimpanan. Dari sini, notebook jelas lebih unggul dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Sedangkan tablet biasanya hadir dengan memori internal yang sangat terbatas. Namun, seiring dengan adanya teknologi cloud computing, Anda pun bisa menutup kekurangan tersebut.
Untuk masalah software pun nampaknya tablet tidak terlalu kesulitan untuk memperoleh aplikasi pendukung. Di platform iOS dan Android, sudah tersedia beberapa program yang berasal dari versi notebook. Di antaranya adalah aplikasi office, aplikasi edit foto, edit video dan lain-lain.

Harga

Dari segi harga, tablet Android bisa diperoleh dengan harga yang sangat murah. Anda bisa menemukan berbagai jenis tablet Android yang berkisar dari harga 1 jutaan ataupun tablet high end dengan harga di atas 5 juta. Sementara itu, iPad dijual dengan harga yang setara dengan tablet Android high end. Pun demikian dengan tablet Windows yang kebanyakan masih dijual dengan harga mahal.
Sedangkan dengan harga yang sama, sebuah laptop bisa menghadirkan spesifikasi yang lebih bagus. Misalkan, dengan uang sebesar 3 juta rupiah, Anda bisa memilih laptop yang memiliki prosesor dual core serta layar 14 inci. Sedangkan untuk tablet, dengan harga yang sama Anda hanya akan memperoleh layar 7 inci dengan prosesor dual core.

Kesimpulan

Dari tiga poin di atas, sebuah tablet memang mampu menawarkan performa yang bisa digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan kantor. Namun, untuk melakukannya, Anda nampaknya harus memilih sebuah tablet dengan spesifikasi yang tinggi, terutama untuk pekerjaan kelas berat. Sedangkan kalau Anda berbudget rendah, nampaknya notebook adalah pilihan yang bijak.

Sabtu, 08 Desember 2012

Samsung MV900, Kamera WiFi Dengan Fitur Gesture Control Mirip Kinect dan Layar yang Bisa Dilipat 180 Derajat

Terus menggeber produksi Smartphone tidak serta merta membuat Samsung melupakan pasar kamera. Kini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan menambah lini kamera WiFi nya dengan meluncurkan Samsung MV900.


Kamera penerus Samsung MV800 yang memiliki layar yang dapat dilipat ke atas sampai 180 derajat tersebut didukung dengan spesifikasi yang lebih baik. Kamera ini menggunakan sensor CMOS BSI 16.3MP yang diklaim tetap akan menghasilkan gambar yang tidak mengecewakan walaupun dalam kondisi yang kurang cahaya.

Zoom nya bisa diperbesar hingga 5x dengan lensa wide 25mm f/2.5. untuk lebih memanjakan para penggunanya, Samsung MV900 juga memiliki layar sentuh fleksibel berjenis AMOLED seluas 3.3 inci. Lebih lebar 0.3 inci dari layar yang digunakan pada Samsung MV800.

Tersedia juga tombol Smart LINK untuk mempercepat koneksi ke Smart TV, BLu Ray player, PC, Laptop dan Smartphone milik Samsung lainnya tanpa koneksi WiFi. Selain itu, berkat fitur WiFi yang terdapat pada Samsung MV900, Anda juga bisa langsung mengupload hasil jepretan Anda ke situs favorit seperti Photobucket, Pinterest,Picasa, atau Facebook.

Kamera ini juga dibekali dengan fitur gesture control, sebuah fitur baru untuk kamera Samsung yang cara kerjanya hampir mirip dengan Kinect Xbox 360 milik Microsoft. Cara menggunakannya sangat mudah, cukup gerakan tangan tanpa menyentuh kamera untuk mengendalikan kamera ini.

Untuk melakukan zoom, cukup lingkarkan tangan Anda, dan jika ingin mengambil gambar, yang anda harus lakukan adalah menggerakan tangan ke atas atau ke bawah. Canggih bukan??? Samsung MV900 akan dirilis kepasaran Amerika pada bulan Agustus 2012 dengan harga US$349 dalam 4 warna berbeda.

Jumat, 07 Desember 2012

Kamera Smartphone ternyata Bisa juga Digunakan untuk Mengukur Kondisi Kesehatan Kulit

Perusahaan elektronik asal Jepang, Fujitsu, baru saja memperkenalkan teknologi terbarunya. Teknologi tersebut bernama Skin Memory yang merupakan sebuah layanan berbasis cloud yang dapat digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan kulit. Seperti adanya flek, pori-pori kulit ataupun warna kulit dengan menggunakan gambar yang diambil dari kamera smartphone.


Layanan ini tidak bisa diperoleh secara gratis. Untuk memperoleh layanan ini, sebuah perusahaan harus memiliki perjanjian kerja sama dengan Fujitsu. Selanjutnya, Fujitsu mengharapkan agar layanan ini bisa digunakan sebagai langkah promosi dan marketing terbaru.

Untuk menggunakan layanan Skin Memory ini pun tidak terlalu sulit Pertama, pengguna smartphone tinggal mengambil gambar melalui kamera primer smartphone. Yang perlu diperhatikan, kamera minimum yang digunakan adalah kamera dengan jumlah piksel lebih dari 4 juta piksel.

Berikutnya, terdapat sebuah aplikasi khusus dan yang terakhir adalah Color Frame yang merupakan sebuah kartu dengan lubang khusus. Color Frame ini merupakan hasil pengembangan dari Fujitsu yang mampu mengukur warna kulit secara akurat. Saat ini, aplikasi ini sudah tersedia di Android, dan menurut rencana Fujitsu juga akan meluncurkan versi iOS pada 2013.

(Via Tehcon)

Kamis, 06 Desember 2012

Makan Bayam dan Tahu Bersamaan Bisa Picu Kista, Benarkah?


Bayam dan tahu termasuk sumber nutrisi terbaik yang mudah didapatkan dalam keseharian. Namun beredar informasi yang mengatakan bahwa mengonsumsi keduanya secara bersamaan bisa memicu kista pada organ reproduksi perempuan. Benarkah demikian?

"Bayam dan tahu? Enggak ah, setahu saya nggak ada hubungannya tuh (dengan kista)," kata Dr Damar Prasmusinto, SpOG, ahli kandungan yang berpraktik di RS Brawijaya mengomentari informasi tersebut, saat dihubungi detikHealth.

Menurut Dr Damar, umumnya ada 2 penyebab kista yang sering dijumpai dan keduanya sangat jarang berhubungan dengan makanan. Penyebab yang pertama adalah bawaan lahir, sedangkan yang kedua adalah endometriosis atau pertumbuhan yang tidak normal di lapisan endometrium.

Makanan bisa juga menjadi penyebab gangguan organ reproduksi perempuan, namun biasanya berhubungan dengan junk food atau makanan tidak sehat. Kandungan hormon yang sering ditemukan dalam junk food diyakini bisa memicu Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS.

"Kalau makanan, ya paling junk food itu bisa memicu PCOS. Atau endometriosis juga bisa, tapi itu hubungannya lebih ke penggunaan dioxin. Bahan itu sering diberikan waktu menanam sayuran, supaya lebih segar. Tapi kalau bayam yang benar ya nggaklah," tambah Dr Damar.

Informasi menyesatkan yang mengatakan bahwa makan bayam dan tahu secara bersamaan bisa menyebabkan kista beredar melalui broadcast mesage. Bunyi broadcast message itu selengkapnya adalah sebagai berikut:

Penting bagi wanita !!
Tidak disarankan makan bayam & tahu bersamaan,
karna jika digabungkan akan membentuk senyawa yg bisa mengakibatkan terbentuknya batu / kista dalam tubuh.
Hasil penelitian Prof. Dr. Asbudi,SPOG
Jangan makan timun saat haid karna bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 hari dapat menyebabkan kista &kanker rahim.
Alangkah baiknya bila info ini disebarkan ke banyak wanita sebagai tanda kepedulian kita terhadap sesama.
Jika pria yang menerima bbm ini, tolong di teruskan kepada rekan wanitanya.

Lebih lanjut Dr Damar mengatakan, informasi bahwa makan timun saat haid bisa menyebabkan kista dan kanker juga tidak masuk akal. Umumnya, keganasan kanker pada organ reproduksi perempuan lebih banyak dipicu oleh infeksi misalnya Human Papilloma Virus (HPV).

"Saya juga belum pernah dengar tuh, Prof Dr Asbudi, SpOG itu siapa ya?" tandas Dr Damar.

Cr : Detikhealth
 

All In Share :). Design By: SkinCorner