Kamis, 14 Februari 2013

Samsung Galaxy Pop Yang Khusus Dirilis Di Korea Selatan Mirip Seperti Samsung Galaxy S3 ?

Wah, ternyata ada perangkat lain yang memiliki desain yang hampir sama seperti Samsung Galaxy S3, dan bahkan perangkat tersebut dikabarkan kini telah dirilis di negera asalnya yaitu Korea Selatan. Adapun perangkat yang dimaksud tersebut tidak lain adalah Samsung Galaxy Pop.

Samsung Galaxy Pop sendiri menyandang nomor model SHV-E220S. Dilihat dari modelnya, maka dapat diketahui kalau perangkat tersebut hanya khusus diperuntukkan untuk pasaran Korea selatan saja dan bukan untuk dipasarkan secara global. Samsung Galaxy Pop SHV-E220S ini konon mirip seperti Samsung Galaxy Premier I9260 yang pernah dipasarkan di Eropa dan Asia itu.

Samsung Galaxy Pop SHV-E220S ini didukung oleh kehandalan processor quad-core dan RAM 1GB. Smartphone berlayar sentuh 4,65 inci AMOLED ini juga dikemas dengan keberadaan kamera belakang berkemampuan 8 megapiksel dan kamera depan berkemampuan 2 megapiksel.
Selain itu, Samsung Galaxy Pop SHV-E220S ini juga dibekali dengan fitur WiFi, Bluetooth, GPS, dukungan LTE, Android 4.1 Jelly Bean dan baterai 2100mAh.

Samsung Galaxy Pop SHV-E220S yang khusus di pasarkan di Korea Selatan ini kabarnya menggunakan flip penutup seperti yang tertera pada gambar di atas.

Rabu, 13 Februari 2013

Liburan Teratur Bisa Cegah Penyakit

Berlibur kini sudah menjadi agenda wajib keluarga kelas menengah di Indonesia. Pengalaman yang dirasakan selama berlibur dianggap menjadi bekal untuk menghadapi rutinitas selanjutnya. Berlibut juga menjadi ajang merekatkan kembali ikatan keluarga. Manfaat liburan memang luar biasa. Bukan hanya bagi kesehatan jiwa tapi juga kesehatan fisik.

Sebuah studi baru berhasil mengungkap bahwa liburan dapat membantu meremajakan tubuh dengan menurunkan tekanan darah dan tingkat stres. Sehingga dikatakan liburan dapat menjadi obat pencegahan yang terbaik. Efek dari liburan juga disebut bisa bertahan berbulan-bulan.
Para peneliti dari The Holiday Health Experiment menemukan bahwa pergi ke tujuan-tujuan eksotis seperti Thailand atau pun Maldives dapat menurunkan tekanan darah dan stres dan membantu untuk mendapatkan kualitas tidur lebih baik.

Banyak pekerja yang sering tidak mengambil penuh jumlah cutinya setiap tahun. Padahal para ahli menyarankan bahwa agar sehat, orang perlu berlibur sebanyak yang mereka bisa.

Studi terbaru membandingkan kesehatan orang yang berlibur ke tempat eksotis seperti Thailand, Peru, dan Maldives dengan orang yang hanya tinggal di rumah dan melanjutkan pekerjaan.

Mereka menemukan bahwa tekanan darah rata-rata orang yang pergi berlibur menurun sekitar 6 persen, sedangkan orang yang tetap di kantor dan melanjutkan pekerjaan naik sekitar 2 persen dalam satu periode yang sama.

Studi ini pun mengungkap bahwa kualitas tidur orang yang pergi berlibur naik sebanyak 17 persen, sedangkan orang yang tidak berlibur turun sebanyak 14 persen.

Temuan ini juga mengindikasikan kemampuan orang yang pergi berlibur untuk mengatasi stres meningkat sebanyak 29 persen, dan menurun sebanyak 71 persen bagi orang yang tidak berlibur.

Begitu pula dengan kadar glukosa pada peserta penelitian. Para peneliti mengatakan bahwa pergi berlibur juga dapat memicu menurunnya kadar glokusa sehingga menurunkan risiko diabetes dan obesitas.

"Sikap tidak mengambil penuh jatah cuti dapat menjadi tindakan yang kontraproduktif. Sebab libur teratur  dapat dihitung sebagai obat pencegahan," kata Direktur Manager Kuoni, salah satu sponsor dari studi ini, Derek Jones, dilansir Daily Mail.
Nah, jangan ragu lagi, segera rencanakan liburan Anda.

Cr : Kompas

Selasa, 12 Februari 2013

5 Rumus Bahagia


Bahagia adalah hak setiap orang. Rasa bahagia bagaimanapun dapat mempengaruhi kesehatan sehingga orang yang bahagia biasanya dapat lebih panjang umur. Namun kadang hidup tak selalu dipikir bahagia oleh Anda. Padahal, mungkin masih banyak hal di sekitar Anda yang dapat membuat Anda merasa bersyukur dan bahagia.

Ada yang bilang bahagia itu “diciptakan” bukan “dicari”. Ini mungkin benar, karena Anda sebenarnya dapat menciptakan sendiri kebahagiaan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dapat Anda lakukan untuk merasa lebih bahagia.

1. Jangan mulai dengan hal-hal besar. Pencapaian besar mungkin dapat membahagiakan. Namun apa salahnya jika hal-hal kecil yang sepertinya terlihat sepele sudah dapat membuat Anda lebih bahagia. Cobalah untuk tidak menunggu hingga terlalu lapar untuk makan dan cukup tidur. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kedua hal ini memiliki dampak besar pada kebahagiaan.

2. Jangan biarkan kemarahan terlalu lama. Penelitian menunjukkan, bagaimanapun, amarah merupakan rasa alamiah manusia. Orang tidak dapat terlepas dari rasa marah. Namun setidaknya manusia dapat mengendalikannya. Jangan biarkan rasa itu bertahan terlalu lama dalam pikiran Anda. Lepaskan kemarahan dan rasa negatif lainnya sesegera mungkin.

3. Berpura-puralah sampai Anda merasakannya.
Perasaan mengikuti tindakan. Jika Anda sedang merasa sedih, sengajalah untuk bertindak ceria, maka Anda akan menemukan diri Anda benar-benar merasa bahagia.

4. Nikmati segala proses, bahkan kegagalan. Jangan takut dalam menghadapi tantangan dan hal-hal yang baru, karena itulah kunci kebahagiaan. Otak manusia jika dirangsang dengan kejutan maka akan memberikan rasa puas yang kuat. Selalu katakana pada diri Anda, “nikmati hikmah dari kegagalan.”

5. Jangan “mamanjakan” rasa sedih Anda.
Orang seringkali justru menikmati berlarut-larut dengan rasa sedih. Bahkan rasa sedih seringkali jadi alasan orang untuk makan lebih banyak dan menghamburkan banyak uang. Maka Anda harus lakukan sebaliknya, keraslah pada rasa sedih Anda. Jangan biarkan Anda berlarut-larut dalam kesedihan.

Bernapas Lebih Ringan Berkat Musik

Musik memang memiliki nilai tinggi dalam terapi kesehatan. Ketika mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otak pendengar dapat diperlambat dan dipercepat sehingga kinerja tubuh mengalami perubahan. Bahkan musik juga punya kekuatan memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah kita.

Hal itu salah satunya dibuktikan pada 200 pasien yang berada di ruang perawatan intensif (ICU) yang memakai alat bantu pernapasan. Ketika merkea diperdengarkan musik klasik, seperti sonata piano Mozart atau musik yang enak didengar, denyut napas pasien lebih lambat dan kecemasan mereka berkurang.

Bahkan para peneliti dari Cochrane Library yang melakukan riset ini mengatakan musik bekerja lebih baik dari obat untuk menenangkan pasien selama mereka mendapat alat bantu pernapasan dengan ventilasi mekanis.

Ventilasi mekanis yang dipakai untuk alat bantu pernapasan diketahui sering menimbulkan aneka komplikasi. Misalnya saja sesak napas, sering menyedot udara, susah bicara, rasa takut dan tidak nyaman sehingga menyebabkan kecemasan.

Walau musik sudah terbukti punya kekuatan, namun Dr.Wendy Magee, ahli terapi musik dari London mengatakan terapi musik tidaklah sederhana. Kita tidak bisa memilih musik sekenanya. "Memilih musik yang tepat sangatlah penting. Kita harus tahu mana yang berarti bagi tiap individu," katanya.
Beberapa jenis musik justru tidak bisa membuat rileks dan meningkatkan detak jantung, misalnya musik yang sangat menstimulasi, seperti musik heavy metal.

Karena musik bisa merangsang emosi, memilih musik yang tidak tepat untuk pasien justru akan menambah stres. Itu sebabnya, musik yang diperdengarkan harus disesuaikan dengan selera tiap individu.

Neptune Pine, Smartphone Android Mungil Berbentuk Jam Tangan dengan Prosesor Single Core 1GHz

Di Indonesia, Anda tentu mengingat handphone berbentuk jam tangan dari IMO S500 yang menggunakan model iklan Afgan. Di luar negeri, ternyata ada handphone serupa tapi memiliki kelebihan karena menggunakan sistem operasi Android bernama Neptune Pine.


Seperti halnya IMO S500, Neptune Pine ini memiliki bentuk jam tangan lengkap dengan slot SIM card. Layar handphone ini tak terlalu besar dengan ukuran 2.5 inci yang menawarkan resolusi 432 x 240 piksel.

Lebih lanjut, handphone pintar jam tangan ini hadir dengan prosesor single core ARM Cortex-A9 dengan kecepatan 1GHz. Terdapat beberapa fitur pendukung seperti WiFi, Bluetooth serta GPS. Sebagai tambahan, handphone ini dilengkapi dengan headphone dan headset Bluetooth.


Spesifikasi lain dari handphone ini pun cukup lengkap, dengan variasi memori internal dari 8GB, 16GB hingga 32GB. Baterai 800 mAh mampu memberikan ketahanan pemakaian talk time selama 5 jam.

Mengenai harga, sayangnya handphone ini terbilang cukup mahal dengan banderol sebesar 335 USD. Pihak produsen pun berencana untuk mulai memasarkan handphone mungil ini pada kuartal ketiga 2013 ini.

(Via Liliputing)

Tamagotchi L.I.F.E Bakal Segera Sambangi Android & iOS

Masih ingatkah Anda dengan permainan Tamagotchi? Ya, siapa yang tak mengenal Tamagochi. Permainan mesin virtual pet yang pernah begitu populer di kalangan muda dan anak-anak setidaknya satu dekade yang lalu ini, belakangan sudah sangat sulit ditemui di pasaran.

Namun begitu, kini Anda tak perlu berkecil hati dibuatnya. Segala kerinduan Anda tentang kenangan kehidupan Tamagachi bakal segera terobati pada akhirnya.

Terkait hal itu, Bandai Co dan Sync Beatz Entertainment dikabarnya baru saja secara resmi mengumumkan kembalinya permainan tersebut dalam bentuk aplikasi permainan yang dikenal sebagai Tamagotchi L.I.F.E (Love Is Fun Everywhere). Aplikasi permainan tentang sosok kehidupan Tamagotchi ini akan segera menyambangi sistem perangkat berbasis Android dan iOS.

Jadi bagi Anda para pengguna perangkat Android dan iOS, maka bersiap-siaplah!

Senin, 11 Februari 2013

Pasangan Kekasih Punya Detak Jantung & Pernapasan yang Seirama



Saat dilanda asmara, sepasang kekasih sering menyebut pasangannya sebagai belahan hati. Sekilas istilah ini seperti kata-kata dalam roman picisan. Tapi ternyata sebutan itu ada benarnya. Penelitian menemukan bahwa sepasang kekasih memiliki detak jantung yang seirama.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di University of California. Hasilnya menemukan bahwa jantung pasangan kekasih berdetak secara serempak. Tak hanya itu, pasangan kekasih juga bernapas dengan kecepatan yang sama.

"Kami telah melihat banyak penelitian yang menemukan bahwa seseorang dalam suatu hubungan dapat merasakan apa yang dialami pasangannya secara emosional, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan juga berbagi pengalaman secara fisiologis," kata peneliti, prof. Emilio Ferrer.

Ada 32 pasangan heteroseksual yang diteliti. Kesemua pasangan ditempatkan dalam ruangan yang sama tanpa diperbolehkan duduk atau berbicara. Para peserta diminta meniru pasangannya, tetapi tidak diperbolehkan berbicara. Semua peserta terhubung dengan alat pemantau detak jantung dan laju pernapasan.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa orang-orang yang sedang dalam hubungan romantis menarik dan menghembuskan napas pada waktu yang sama, detak jantungnya juga seirama. Wanita adalah pihak yang lebih sering menyesuaikan detak jantung dan laju pernapasannya dengan sang kekasih.

"Kami menemukan bahwa wanita lebih menyesuaikan diri dalam hubungan dengan pasangan. Detak jantungnya berhubungan dengan pasangannya. Saya pikir itu artinya wanita memiliki memiliki hubungan lebih kuat kepada pasangan, mungkin lebih bersifat empati," kata peneliti lainnya, Jonathan Helm.

Para peneliti juga menganalisis data untuk melihat kesesuaian denyut jantung dan pernapasan orang-orang yang tidak menjalin hubungan asmara. Dalam laporan yang dimuat International Journal of Psychophysiology, hasilnya menemukan bahwa detak jantung orang-orang ini tidak selaras, laju pernapasannya juga tidak sinkron.
 

All In Share :). Design By: SkinCorner