Senin, 15 April 2013

Rajin Makan Pisang Cegah Stroke


Pola makan yang sehat wajib kita jalani jika ingin terhindar dari berbagai penyakit. Berkaitan dengan hal tersebut, para ahli merekomendasikan kita untuk rutin makan pisang dan mengurangi keripik untuk mencegah stroke.

Pisang merupakan buah yang kaya kandungan potasium. Satu buah pisang rata-rata mengandung 420 mg. Potasium berperan dalam menurunkan tekanan darah. Sedangkan keripik mengandung banyak garam yang dapat menaikan tekanan darah. Itu sebabnya kombinasi kedua hal tersebut sangat disarankan jika tak ingin terkena stroke.

Sebuah studi menemukan orang yang cukup asupan potasium memiliki risiko stroke 24 persen lebih kecil. Meski begitu sebelumnya para peneliti menemukan bahwa konsumsi potasium pada orang tua dapat berbahaya karena menyebabkan  penurunan fungsi ginjal sehingga tidak dapat menghilangkan sisa-sisa potasium dari darah.

Namun hal tersebut dibantah lewat penelitian terbaru yang menunjukkan potasium tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal. Para peneliti menyebutkan ada bukti sangat kuat bahwa rutin mengonsumsi makanan sumber potasium berdampak sangat positif bagi mereka yang menderita hipertensi.

Para peneliti menganalisa 128.000 orang hingga lebih dari 33 kali percobaan. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak mineral, misalnya rajin makan pisang, aman untuk setiap orang. Asupan potasium yang disarankan perhari adalah tidak lebih dari 3.500 mg.

Studi lain menemukan bahwa mengurangi asupan garam dalam empat minggu atau lebih secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah. Pada akhirnya hal itu dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

Dr. Clare Walton dari Stroke Association mengatakan diet yang sehat merupakan kunci dari mengatur risiko stroke. "Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar untuk stroke. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dapat menjaga tekanan darah tetap terkontrol," katanya.

Cr : http://health.kompas.com/read/2013/04/05/14482134/Rajin.Makan.Pisang.Cegah.Stroke

Minggu, 14 April 2013

Periksa Tensi Darah Juga Bisa Dilakukan Sendiri, Begini Caranya


Memeriksa tekanan darah darah konon paling afdol dilakukan di rumah sakit, puskesmas atau tempat lain dengan pengawasan tenaga kesehatan. Tapi ada kalanya pembacaan yang dihasilkan kurang akurat karena yang diperiksa menjadi grogi. Sebenarnya mengukur tekanan darah bisa dilakukan sendiri di rumah.

"(Mengukur tekanan darah) sendiri bisa, tetapi harus tetap pakai alat. Banyak tensimeter yang dijual di pasaran bisa dipakai tetapi aman dan akurat itu tergantung siapa yang memeriksanya, kalau tidak bisa membaca hasilnya ya sama saja," kata dr Rully M.A. Roesli, Sp.PD-KGH, mantan ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (20/3/2013).

Untuk mengukur tekanan darah, yang diperlukan adalah alat yang disebut tensimeter. Alat ini dilengkapi dengan lilitan atau manset dan digunakan bersama dengan stetoskop. Pengoperasiannya membutuhkan ketelitian karena harus menentukan tekanan darah sistolik dan diastolik lewat detak jantung.

"Pemeriksaan biasanya dilakukan 3 kali ukur baru bisa menentukan rata-ratanya berapa. Keakuratan alat ukur tergantung pada pemeriksanya," kata dr Muhammad Yamin, SpJP(K), FACC, FSCAI dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Agar akurat, dr Yamin menjelaskan bahwa posisi tubuh pasien harus duduk atau tidur. Sensor lalu diletakkan pada jarak 2 cm di atas lipat siku dengan selang karet di dalam lengan. Kondisi tangan harus rileks dan posisi tensimeter harus sejajar dengan dada, tidak boleh di atas atau di bawah pasien.

"Pemeriksaan baik dilakukan pagi hari. Satu jam sebelumnya dilarang olahraga, minum kopi, stres, atau merokok. Perawat meraba nadi ketika sedang ukur tensi untuk membaca tekanan denyut nadi orang tersebut. Ketika alat dikembangkan sampai maksimal lalu didengar begitu detak nadi pertama, dari situ kemudian bisa diukur tekanan darahnya berapa," terang dr Yamin.

Saat ini juga sudah tersedia tensimeter digital yang lebih mudah pengoperasiannya. Cukup dengan melilitkan manset di lengan atas pada jarak 2 cm dari lipatan siku, lalu tekan tombol dan tunggu hasilnya. Sama seperti tensimeter konvensional, pengukuran sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Cr : http://health.detik.com/read/2013/03/20/130601/2198881/775/periksa-tensi-darah-juga-bisa-dilakukan-sendiri-begini-caranya

Sabtu, 13 April 2013

Segarnya Es Teh Manis Bikin Ginjal Merana Jika Diminum Berlebihan






Saat cuaca gerah dan sinar matahari begitu terik, segelas es teh nampaknya dapat menjadi pelepas dahaga yang mujarab. Tak hanya ketika gerah saja, kebanyakan orang sudah akrab dengan es teh sebagai teman makan siang. Tapi awas, jika kebanyakan bisa berbahaya bagi ginjal.

"Itu karena oksalatnya. Kalau kita ada bakat batu (ginjal), bisa memperparah. Tapi belum ada batasannya karena belum banyak yang meneliti," ujar dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (13/3/2013).

Sebuah penelitian menemukan bahwa es teh mengandung oksalat yang dapat memicu pembentukan batu ginjal. Sebenarnya tak hanya oksalat saja yang dapat memicu batu ginjal, namun kalsium dan asam urat juga demikian. Oksalat dituduh memicu pembentukan kristal kecil yang terbuat dari mineral dan garam.

Sebenarnya bukan hanya es teh saja yang banyak mengandung oksalat. Beberapa makanan seperti bayam, bit, belimbing, lada hitam, cokelat, kacang-kacangan, strawberry dan blueberry juga diketahui memiliki kandungan oksalat yang tinggi.

Bagi pasien batu ginjal atau yang pernah mengalami batu ginjal, minuman berkafein sebaiknya dihindari. Kafein merupakan zat yang bersifat diuretik atau memicu berkemih. Jika terjadi pengeluaran cairan berlebihan, maka kecenderungan terbentuknya batu ginjal akan semakin besar.

"Jika pernah punya batu ginjal, rajin-rajinlah minum air putih atau jus buah, tapi jangan mengonsumsi teh, kopi atau minuman berkafein lainnya. Hal ini karena kafein dapat memicu pengeluaran cairan secara berlebihan dari tubuh sehingga merangsang penumpukan batu," kata Leona Victoria Djajadi MND, Ahli Gizi dari University of Sydney.
\
Cr : http://health.detik.com/read/2013/03/13/135339/2192781/775/segarnya-es-teh-manis-bikin-ginjal-merana-jika-diminum-berlebihan

Jumat, 12 April 2013

Segarkan Napas dengan 5 Makanan Ini!


Siapa yang tidak ingin memiliki napas segar? Selain mengartikan bahwa tidak ada masalah pada mulut dan percernaan, napas yang segar juga meningkatkan percaya diri. Salah satu cara menyenangkan untuk mendapatkan napas segar adalah dari pintar memilih makanan yang dimakan.

Makanan dapat mempengaruhi bau napas. Sisa-sisa makanan yang barbau menyengat di mulut akan berkontribusi menghasilkan bau yang tak sedap.

Nah, simaklah 5 makanan berikut yang dapat membantu menyegarkan napas Anda.

1. Teh

Satu cangkir teh hijau atau hitam dapat mengurangi bau mulut dengan kandungan polifenolnya. Selama Anda tidak menambahkan gula pada teh, maka antioksidan ini akan bekerja membunuh bakteri yang menyebabkan bau bulut. Penelitian dari University of Utah Health Care melansir bahwa orang yang rutin minum teh cenderung untuk memiliki napas yang segar dibanding dengan mereka yang tidak.

2. Yogurt


Yogurt tanpa gula dapat melawan bau mulut setelah enam minggu konsumsi rutin. Hal ini mungkin disebabkan oleh aksi bakteri "baik" yang dapat mematikan bakteri "jahat" penyebab bay napas. Ditambah lagi, yogurt mengandung vitamin D yang juga membantu untuk melawan bakteri.

3. Tanaman obat

Tanaman obat seperti sirih bukan hanya dapat membunuh bakteri di dalam mulut, tetapi juga menyegarkan mulut. Tanaman obat yang berbentuk daun hijau mengandung klorofil membantu menyegarkan napas tanpa menambah aroma lain yang berlebihan. Selain sirih, cobalah daun mint, parsley, dan biji adas.

4. Apel

Menurut American Dietic Association, mengunyah buah-buahan dan sayur-sayuran segar seperti apel, seledri, dan wortel dapat membantu menghilangkan plak pada gigi yang menyebabkan bau mulut. Mengunyah meningkatkan produksi liur dan mencegah perkembangbiakan bakteri.

5. Jeruk

Rekomendasi dari seorang profesor gigi di New York, buah yang tinggi kandungan vitamin C dapat memusnahkan bakteri yang tidak diinginkan di dalam mulut. Buah yang kaya vitamin C juga membantu melawan penyakit seperti radang gusi yang menambah parah bau mulut.

Cr : http://health.kompas.com/read/2013/04/10/11503941/Segarkan.Napas.dengan.5.Makanan.Ini.

Kamis, 11 April 2013

Bersikap Optimistis Mampu Kurangi Risiko Stroke


Manusia sebagai makhluk sosial akan merasa senang apabila dibutuhkan oleh orang lain. Namun riset baru menemukan bahwa perasaan senang dan memiliki pemikiran optimistis juga baik bagi kesehatan.

Dalam studi kepada 7000 orang, mereka yang memiliki rencana jelas dalam hidupnya memiliki kemungkinan 70% untuk terhindar dari penyakit stroke. Para ilmuwan mengatakan bahwa seseorang dengan rencana hidup yang jelas akan memiliki efek positif dan bersikap optimis, sehingga cenderung menjauhi hal-hal yang menyebabkan timbulnya penyakit seperti peningkatan tekanan darah dan penggunaan alkohol.

"Menentukan rencana tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara fisik dan meningkatkan kelangsungan hidup orang itu sendiri," ujar Eric Kim, psikolog klinis yang melakukan studi di University of Michigan.

Lebih dari 150.000 orang terkena penyakit stroke setiap tahunnya di Inggris dan seperti dikutip dalam dailymail.co.uk, Selasa (9/4/2013) bahwa sudah lama dipercaya bila menentukan serta melakukan aktifitas yang menyenangkan setelah pensiun sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seseorang, karena dianggap mampu mengurangi timbulnya kesedihan pasca pensiun.

Penelitian sebelumnya lebih fokus kepada efek yang merugikan terhadap psikologi negatif, seperti depresi dan cemas. Namun penelitian saat ini lebih mengkaji bagaimana efek yang menguntungkan terhadap psikologi positif seperti optimis mampu mengurangi risiko penyakit.

Pada penelitian ini, dilakukan riset kepada laki-laki dan perempuan dengan usia 50 atau lebih selama 4-5 tahun dan telah melengkapi tes psikologi yang diberikan, sementara peneliti juga memeriksa penyakit stroke yang diderita.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi kepedulian seseorang terhadap tujuan hidupnya, maka semakin kecil risiko timbulnya penyakit stroke.

Seseorang dengan rencana hidup paling baik memiliki peluang 73% lebih kecil untuk menderita penyakit stroke, dibandingkan dengan yang rencana hidupnya kurang baik.

Penelitian lain juga menunjukkan hasil bahwa mood yang positif mampu mengurangi kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stress dan merupakan salah satu faktor pencetus stroke.

"Hal ini penting karena kita memiliki populasi yang menua dan hasil penelitian ini membantu menunjukkan perilaku apa yang harus ditanamkan untuk mengurangi risiko penyakit," ujar Cary Cooper, profesor Psikologi Kesehatan di Lancaster University.

Mulailah untuk merencanakan hidup ke depannya dari sekarang, untuk mencegah timbulnya risiko penyakit pada masa tua nanti.

Cr : http://health.detik.com/read/2013/04/09/092848/2215064/763/bersikap-optimistis-mampu-kurangi-risiko-stroke%22

Rabu, 10 April 2013

4 Minuman Peluruh Lemak






Apa yang Anda pikirkan saat ingin mengurangi lemak tubuh? Umumnya orang berpikir tentang olahraga dan mengurangi asupan kalori dari makanan. Faktanya, minuman juga berpengaruh besar terhadap kadar lemak di dalam tubuh Anda.

Soda, jus buah, dan alkohol merupakan penyumbang besar kalori untuk tubuh Anda dan menimbulkan timbunan lemak. Maka dari itu, mengubah kebiasaan minum mungkin dapat membantu Anda menghilangkan lemak berlebih pada tubuh.

1. Air
Air putih sudah lama dikenal sebagai minuman terbaik yang membantu menurunkan kadar lemak tubuh. Air, selain harganya yang relatif murah, juga turut membantu membersihkan racun dari tubuh, serta mempercepat metabolisme. Maka minumlah cukup air putih setiap harinya.

2. Teh hijau
Teh hijau memiliki banyak sekali kandungan senyawa kimia yang dapat membantu meluruhkan lemak tubuh. Kafein merupakan salah satu kandungan utamanya. Namun, epigallocatechin gallate (EGCG) dan katekin merupakan dua kandungan dari teh hijau yang berfungsi membakar lemak.
Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa teh hijau yang dikombinasikan dengan latihan rutin membantu menstimulasi penurunan kadar lemak tubuh.

3. Susu
Siapa bilang susu membuat Anda bertambah gemuk? Susu rendah lemak justru akan membantu Anda cepat langsing. Susu mengandung kalsium yang membuat tulang kuat sehingga memelihara diet sehat Anda. Selain itu, susu sumber protein yang baik, yang dibutuhkan tubuh untuk membuat energi, membakar kalori dalam prosesnya.

4. Jus tomat
Buah tomat mengandung sedikit kalori dan kandungan antioksidan yang tinggi. Selain itu, kadar serat tinggi yang dimilikinya membantu Anda untuk merasa kenyang.

Cr : http://health.kompas.com/read/2013/03/20/18502710/4.Minuman.Peluruh.Lemak

Ini Hebatnya Anak Autis, Enggan Meniru Tingkah Konyol Orang Dewasa


Untuk sekedar hiburan atau lucu-lucuan, biasanya orang dewasa akan bertingkah konyol di depan anak-anaknya. Biasanya setelah itu si anak akan menirukan tingkah laku orang dewasa tersebut, tak peduli tingkah itu konyol ataupun tidak. Namun menurut sebuah studi, hal itu tak berlaku bagi anak autis.

Studi tersebut membandingkan 31 anak dengan gangguan spektrum autisme dan 30 anak yang tidak mengidap autisme. Seluruh partisipan diminta untuk mengamati seseorang (dewasa) yang memperlihatkan bagaimana caranya mengeluarkan sebuah mainan (boneka bebek dari karet) dari sebuah toples tertutup.

Beberapa langkah yang diperlihatkan si orang dewasa memang penting seperti membuka klip pada tutup toples dan mengambil tutup toplesnya. Tapi ada juga sebagian langkah yang dilakukan dengan sengaja oleh si orang dewasa namun sebenarnya tak begitu penting seperti membuka tutup toples sebanyak dua kali.

Kemudian setiap anak diberi toples dan diminta mengeluarkan mainan yang ada di dalamnya secepat mungkin.

Hasilnya, anak yang tidak mengidap autisme lebih cenderung menirukan langkah-langkah tak penting yang diperlihatkan si orang dewasa meskipun partisipan tidak diinstruksikan untuk meniru setiap perilaku si orang dewasa secara spesifik. 43-57 persen anak tanpa autisme terbukti meniru langkah-langkah tak penting yang dilakukan si orang dewasa, sedangkan anak autis yang menirukan hal tersebut hanyalah sebanyak 22 persen.

"Data ini menunjukkan bahwa anak autis lebih cenderung melakukan berbagai hal secara lebih efisien ketimbang secara sosial, sebaliknya anak biasa justru lebih sering meniru hal-hal secara sosial, artinya yang lebih sering dilakukan orang daripada mempertimbangkan efisiensinya," ujar peneliti Antonia Hamilton dari University of Nottingham, Inggris.

"Dengan kata lain anak autis hanya melakukan aksi-aksi yang mereka rasa perlu dilakukan saja," tambahnya.

Menurut peneliti, anak biasa atau anak tanpa autisme cenderung meniru langkah-langkah tak penting yang diperlihatkan orang dewasa karena mereka memiliki keinginan yang kuat agar bisa diterima oleh orang lain atau bertingkah laku seperti orang lain.

Bahkan studi sebelumnya memaparkan bahwa anak autis tak menirukan perilaku orang dewasa sebanyak anak biasa. Studi lain yang dilakukan pada tahun 2010 juga menemukan anak autis tak mudah menguap ketika melihat orang lain menguap (contagious yawning).

Namun studi yang sama juga menimbulkan pertanyaan pada peneliti tentang tingkah laku seperti apa yang cenderung ditiru anak autis.

"Anak autis mungkin lebih tertarik untuk meniru perilaku tertentu ketika dihadapkan pada obyek-obyek yang belum pernah mereka lihat sebelumnya karena mereka lebih tertarik mempelajari hal baru itu, ketimbang hanya untuk menyesuaikan diri," pungkas peneliti seperti dilansir Livescience, Rabu (10/4/2013).

Studi ini baru saja dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Cr : http://health.detik.com/read/2013/04/10/093034/2216206/763/ini-hebatnya-anak-autis-enggan-meniru-tingkah-konyol-orang-dewasa?l992206755
 

All In Share :). Design By: SkinCorner